Antrean Pelabuhan Gilimanuk Sisakan Sampah, 500 Kg Residu Diangkut
- 10 Jul 2026 22:24 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Permasalahan sampah yang ditinggalkan kendaraan saat mengantre menuju Pelabuhan Gilimanuk kembali menjadi sorotan. Sepanjang jalur nasional di kawasan perbatasan Bali dipenuhi sampah plastik dan berbagai jenis residu yang mengganggu kebersihan lingkungan sekaligus mencoreng wajah pintu gerbang Pulau Dewata.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kelurahan Gilimanuk menggelar Gerakan Bersih Sampah pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), UPPKB Jembatan Timbang Cekik, kepala lingkungan, LPM, Linmas, petugas kebersihan, serta masyarakat setempat.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tonny Wirahadikusuma, mengatakan tim pembersih menyisir kawasan mulai dari Gelungkori hingga depan Gedung KDMP Gilimanuk. Lokasi tersebut merupakan titik yang kerap dipenuhi kendaraan saat terjadi antrean menuju pelabuhan.
Menurutnya, sebagian besar sampah berasal dari pengguna jalan yang membuang limbah rumah tangga maupun bekas makanan selama menunggu giliran menyeberang. Jenis sampah yang paling banyak ditemukan berupa plastik sekali pakai, tisu, popok, hingga wadah makanan berbahan styrofoam.
Ia mengungkapkan, petugas juga masih menemukan kantong plastik berisi sampah yang sengaja dibuang di kawasan hutan bakau maupun di bahu jalan. Kondisi itu dinilai dapat mencemari lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Dalam aksi bersih yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, petugas berhasil mengumpulkan sekitar 500 kilogram sampah residu dan plastik. Seluruh sampah kemudian dipilah, dimasukkan ke dalam karung, lalu diangkut menggunakan truk menuju tempat pengelolaan sesuai prosedur.
Selain membersihkan kawasan, Kelurahan Gilimanuk bersama tim juga mengedukasi masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan nasional dan kawasan bakau agar tidak membuang sampah sembarangan. Warga didorong membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis sumber.
Tonny juga mengajak masyarakat memanfaatkan Teba Modern untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jembrana yang mulai 1 Juli 2026 membatasi sampah yang dapat dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Ia berharap seluruh pengguna jalan, pengemudi angkutan, maupun masyarakat sekitar memiliki kepedulian yang sama dalam menjaga kebersihan kawasan perbatasan, sehingga jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bersih, nyaman, dan mencerminkan citra positif sebagai pintu masuk utama ke Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....