Lonjakan Harga Aspal Hambat Realisasi Proyek Jalan di Buleleng

  • 07 Jun 2026 10:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Melonjaknya harga aspal dalam beberapa bulan terakhir berdampak langsung pada pelaksanaan program peningkatan jalan di Kabupaten Buleleng. Pemerintah daerah kini harus menyesuaikan sejumlah rencana pekerjaan agar proyek tetap dapat berjalan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengungkapkan harga aspal yang sebelumnya berkisar Rp12 ribu per kilogram kini telah mencapai sekitar Rp20 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut turut dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan bakar yang berdampak pada biaya produksi dan distribusi material konstruksi.

Menurutnya, perubahan harga yang cukup tinggi membuat sejumlah pekerjaan jalan belum dapat direalisasikan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Pemerintah harus lebih dahulu melakukan penyesuaian terhadap perhitungan anggaran agar proyek tetap layak untuk dikerjakan.

“Dengan kondisi harga aspal sekarang tentu berpengaruh terhadap pekerjaan jalan. Ini juga menjadi alasan kenapa proses perbaikan jalan tahun ini terkesan agak terlambat,” ujar Supriatna.

Ia menjelaskan, dokumen perencanaan proyek sebelumnya disusun berdasarkan harga material yang berlaku saat itu. Ketika harga aspal mengalami kenaikan tajam, nilai anggaran yang telah ditetapkan tidak lagi mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.

Karena itu, Pemkab Buleleng tengah melakukan kajian ulang terhadap sejumlah paket pekerjaan. Langkah tersebut juga dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk meminta masukan terkait mekanisme penyesuaian anggaran.

“Karena itu kami sedang menyusun ulang perencanaan dan berkonsultasi juga dengan BPK. Ada beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan,” katanya.

Sejumlah alternatif yang dibahas antara lain pengurangan panjang ruas jalan yang ditangani maupun penyesuaian spesifikasi teknis pekerjaan. Misalnya, ruas jalan yang semula direncanakan sepanjang satu kilometer dapat dikurangi menjadi sekitar 700 meter atau ketebalan lapisan hotmix disesuaikan dari 12 sentimeter menjadi 10 sentimeter.

Meski menghadapi tantangan kenaikan harga material, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan. Pihaknya berharap penyesuaian yang dilakukan dapat menjaga kualitas pekerjaan sekaligus mempertahankan target penanganan jalan yang telah direncanakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....