Pemkab Jembrana Gandeng Swasta Salurkan Seragam Gratis untuk Pelajar
- 25 Jul 2026 04:54 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menggandeng sektor swasta untuk mendukung pemerataan pendidikan melalui penyaluran seragam sekolah gratis kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut diserahkan kepada peserta didik jenjang PAUD, SD, hingga SMP di Kabupaten Jembrana, Jumat, 24 Juli 2026.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna. Program ini menjadi kali kedua dilaksanakan sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dengan dunia usaha melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari pemberian akses pendidikan yang merata. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak.
"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat bekerja sama, maka berbagai kendala yang dihadapi anak-anak dalam mengakses pendidikan dapat diatasi bersama," ujarnya.
Ia mengapresiasi perusahaan yang telah menyalurkan program CSR untuk membantu kebutuhan sekolah para pelajar. Bantuan seragam dinilai bukan hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga dapat meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri siswa.
"Kami berharap tidak ada lagi anak-anak Jembrana yang terkendala melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan biaya. Kepedulian dunia usaha seperti ini sangat berarti bagi masa depan generasi muda," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan sebanyak 138 paket seragam sekolah disalurkan kepada siswa yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 serta anak yatim piatu.
Rinciannya terdiri atas sembilan siswa PAUD, 40 siswa sekolah dasar, dan 89 siswa sekolah menengah pertama yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jembrana.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan sektor swasta, Pemkab Jembrana berharap angka putus sekolah dapat terus ditekan sekaligus memperluas kesempatan bagi seluruh anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....