Media Sosial Jadi Ruang Aktualisasi Nilai Pancasila
- 01 Jun 2026 08:41 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z. Berbagai informasi, tren, hingga perdebatan publik berkembang sangat cepat melalui platform digital. Kondisi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dalam obrolan SPADA pada Senin, 1 Juni 2026, Anggota KNPI Buleleng, Sintayani, menekankan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan apabila digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurut Sintayani, generasi muda saat ini memiliki keunggulan karena sangat dekat dengan teknologi. Hal tersebut memungkinkan mereka menjadi agen penyebar informasi yang positif kepada masyarakat luas. Namun, kedekatan dengan teknologi juga harus dibarengi dengan kemampuan menyaring informasi. Banyaknya hoaks dan ujaran kebencian yang beredar di media sosial menjadi tantangan nyata dalam menjaga persatuan bangsa.
“Penting bagi generasi muda untuk mencari tahu fakta dari setiap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” kata Sintayani. Ia menilai sikap kritis dan kehati-hatian menjadi bagian penting dalam menjaga nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila.
Selain sebagai ruang bertukar informasi, media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya Indonesia kepada generasi muda. Sintayani menjelaskan bahwa pengaruh budaya luar memang semakin kuat, terutama melalui tren digital yang berkembang cepat. Namun kondisi tersebut tidak seharusnya membuat generasi muda melupakan identitas bangsanya. Ia mendorong anak muda untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana memperkenalkan budaya lokal melalui konten kreatif yang menarik dan mudah diterima oleh sesama generasi muda.
Tidak hanya itu, media sosial juga dapat digunakan untuk mengampanyekan berbagai isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Sintayani mencontohkan isu lingkungan sebagai salah satu bentuk gotong royong modern yang relevan dengan kehidupan Generasi Z. Melalui media sosial, anak muda dapat mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, maupun kegiatan sosial lainnya.
“Media sosial adalah cara paling cepat untuk menyebarkan informasi positif kepada generasi muda,” ujar Sintayani. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang tepat justru dapat memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, Sintayani menegaskan bahwa Pancasila bukanlah konsep yang jauh dari kehidupan anak muda. Nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, persatuan, dan kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui aktivitas sederhana, termasuk saat berinteraksi di ruang digital. Dengan memanfaatkan media sosial secara bijak, menciptakan konten yang edukatif, serta menghargai perbedaan pendapat, generasi muda dapat menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Pancasila tetap menjadi kompas yang relevan untuk membimbing generasi muda menuju masa depan Indonesia yang lebih harmonis dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....