Peran Media Sosial dalam Penyebaran Nilai ajaran Agama

  • 22 Agt 2026 21:32 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan teknologi digital saat ini telah membuka babak baru dalam penyebaran ajaran spiritual. Ketua STKIP Agama Hindu Singaraja, Prof. Dr. Drs. I Wayan Suwendra, S.Pd., M.Pd mengungkapkan bahwa media digital kini bertransformasi menjadi perpanjangan dharma yang sangat kuat untuk menyebarkan nilai-nilai filosofis ajaran agama lintas batas ruang dan waktu.

Jika pada masa lalu penyebaran ajaran agama terbatas di lingkungan ashram, pembacaan lontar, dan ceramah tatap muka, kini pesan-pesan luhur tersebut dapat diakses oleh umat di seluruh dunia selama 24 jam penuh.

Prof. Wayan Suwendra merinci setidaknya enam manfaat utama pemanfaatan media digital di era modern:

  1. Akses luas dan cepat: Kitab suci kini dapat diakses dengan mudah oleh generasi muda di berbagai belahan dunia melalui aplikasi seluler.
  2. Penyampaian Bahasa yang lebih ramah publik: Ajaran asli berbahasa Sanskerta kini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, serta dikemas secara kreatif melalui infografis, animasi 2D/3D, dan subtitle digital agar lebih mudah dipahami anak-anak muda.
  3. Menjangkau generasi muda: Format konten kekinian seperti video singkat berdurasi satu menit di Reels, kutipan harian di Instagram, hingga kuis interaktif membuat generasi muda merasa lebih dekat dan tidak ketinggalan zaman dalam mempelajari agama.
  4. Pelestarian dan Dokumentasi Arsip: Digitalisasi naskah lontar kuno serta penyimpanan rekaman dharma wacana para rohaniawan di platform digital memastikan warisan leluhur aman dari kerusakan fisik dan risiko kepunahan.
  5. Komunitas Global: Terbentuknya ruang diskusi lintas negara melalui grup percakapan daring dan webinar memungkinkan umat untuk saling mendukung dalam proses belajar spiritual.
  6. Kontra narasi negatif: Kehadiran media digital resmi memungkinkan lembaga keagamaan untuk bergerak cepat meluruskan hoaks atau misinformasi dengan menyajikan kutipan kitab suci serta penjelasan filosofis yang akurat.

Kendati menawarkan banyak kemudahan, Prof. Wayan Suwendra turut mengingatkan adanya tantangan yang wajib diwaspadai oleh umat. Ia menekankan pentingnya menjaga konteks dan memastikan validitas sumber dari lembaga resmi atau guru yang berwenang, serta menyadari bahwa media digital pada dasarnya berfungsi sebagai pengantar, sementara pendalaman spiritual tetap memerlukan bimbingan guru dan latihan spiritual langsung.

Menurutnya, media digital adalah sarana, bukan tujuan. Tujuannya tetap, agar semua makhluk di dunia hidup bahagia, sehat, dan bebas dari penderitaan (Sarve Bhavantu Sukhinah).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....