TPA Bengkala Akan Diarahkan Jadi Pusat Pengolahan Sampah Anorganik
- 31 Mei 2026 14:06 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- TPA Bengkala
- Diarahkan Jadi Pusat Pengolahan
- Pusat Pengolahan Sampah
- Pengolahan Sampah
- Pengolahan Sampah Anorganik
- Sampah Anorganik
RRI.CO.ID, Singaraja – Pengelolaan sampah di Kabupaten Buleleng dinilai perlu segera dibenahi seiring meningkatnya volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala. Salah satu langkah yang sedang dirancang adalah penerapan sistem pengelolaan berbasis controlled landfill untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan pengolahan sampah.
Hal tersebut mengemuka saat peninjauan kondisi TPA Bengkala oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Kamis, 28 Mei. Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah yang selama ini berjalan.
Menurut Sutjidra, kapasitas TPA Bengkala saat ini semakin terbatas sehingga diperlukan perubahan pola pengelolaan agar sampah yang masuk dapat ditangani dengan lebih baik dan tidak hanya ditumpuk seperti metode konvensional.
“Ke depan pengelolaan TPA Bengkala akan diarahkan menggunakan sistem controlled landfill sehingga proses penanganan sampah menjadi lebih tertata, aman, dan memperhatikan aspek lingkungan,” ujarnya.
Selain pembenahan sistem di TPA, TPA Bengkala juga direncanakan menjadi pusat pengolahan sampah anorganik. Sementara itu, pengelolaan sampah organik diharapkan dapat diselesaikan sejak dari tingkat rumah tangga maupun desa melalui pengolahan mandiri.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas di TPA, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Pemisahan antara sampah organik dan anorganik dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang masih dapat didaur ulang.
“Kalau masyarakat sudah memilah sampah dari rumah, maka volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang secara signifikan. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik bisa masuk ke sistem daur ulang,” katanya.
Permasalahan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi banyak daerah, termasuk Kabupaten Buleleng. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi turut berpengaruh terhadap produksi sampah harian yang harus ditangani.
Karena itu, penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada TPA. Selain memperpanjang usia layanan TPA Bengkala, pola tersebut juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah bersama desa-desa di Buleleng saat ini juga terus mendorong berbagai upaya pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk melalui edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan pengembangan pengolahan sampah organik di tingkat komunitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....