KPU Buleleng Tanamkan Kesadaran Demokrasi kepada Pemilih Muda

  • 30 Mei 2026 09:40 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi kalangan generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Pemilih Pemula yang digelar dalam rangka Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) MOS, Pramuka, dan PMR SMK Negeri 1 Sukasada Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Monumen Bhuana Kertha, Singaraja, Kamis 29 MEI 2026. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya KPU untuk membangun kesadaran politik dan meningkatkan partisipasi pemilih sejak usia sekolah.

Kegiatan menghadirkan Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, serta Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, sebagai narasumber. Sebelum penyampaian materi, jajaran KPU memperkenalkan tugas, fungsi, dan peran strategis lembaga penyelenggara pemilu kepada para peserta. Pengenalan tersebut dinilai penting agar pelajar memahami proses demokrasi yang berlangsung di Indonesia.

Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan arah demokrasi di masa depan. Menurutnya, generasi muda tidak hanya menjadi objek dalam pelaksanaan pemilu, tetapi juga harus mampu menjadi subjek yang aktif dan kritis dalam menggunakan hak pilihnya. “Pemilih pemula merupakan kelompok yang akan mendominasi pemilih pada masa mendatang. Karena itu, mereka perlu memahami nilai-nilai demokrasi, pentingnya partisipasi politik, serta bagaimana menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam proses pemilu. Selain itu, mereka juga diberikan pengetahuan tentang tahapan pemilu, peran pemilih dalam menjaga kualitas demokrasi, serta pentingnya menangkal informasi hoaks yang kerap muncul menjelang pesta demokrasi. Materi tersebut dikemas secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh para pelajar.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, mengatakan bahwa pendidikan pemilih harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu membentuk budaya demokrasi yang sehat di kalangan generasi muda. Ia menilai sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan pemahaman tersebut. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para pelajar tidak hanya mengetahui proses pemilu, tetapi juga memahami pentingnya keterlibatan aktif dalam kehidupan demokrasi sebagai warga negara,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait berbagai isu kepemiluan yang berkembang di masyarakat. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memahami proses demokrasi dan peran mereka sebagai pemilih pada pemilu mendatang.

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, KPU Kabupaten Buleleng juga melaksanakan pre test dan post test melalui kuisioner yang diberikan kepada seluruh peserta. Evaluasi tersebut bertujuan mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti sosialisasi. Hasilnya akan digunakan sebagai bahan kajian untuk menyusun metode pendidikan pemilih yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik generasi muda.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap kesadaran demokrasi di kalangan pelajar dapat terus meningkat. Pendidikan pemilih sejak dini dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kualitas partisipasi masyarakat dalam setiap penyelenggaraan pemilu di masa mendatang dapat semakin baik dan berkontribusi terhadap penguatan demokrasi di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....