Sekolah Adat Pedawa Hidupkan Kembali Kerajinan Bedeg Tradisional
- 28 Mei 2026 14:55 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Sekolah Adat Manik Empul, Desa Adat Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, menggelar pelatihan pembuatan bedeg tradisional sebagai upaya menjaga keberadaan kearifan lokal yang mulai jarang ditemukan di masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Literasi Sabih pada 27 Mei 2026 dengan melibatkan 15 peserta dari kalangan orang tua dan generasi muda.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi budaya lokal yang selama ini mulai tergerus perkembangan zaman. Selain memperkenalkan kembali teknik pembuatan bedeg tradisional, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menjaga pengetahuan lokal agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ketua Sekolah Adat Manik Empul, I Wayan Sadyana mengatakan pelatihan tersebut digelar karena keberadaan bedeg tradisional di Desa Pedawa kini semakin berkurang. Menurutnya, kekayaan kerajinan tradisional itu perlu kembali dikenalkan kepada masyarakat, khususnya anak muda.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merevitalisasi keberadaan bedeg yang saat ini sudah hampir hilang atau mulai menipis di masyarakat Pedawa,” ujarnya.
Ia mengatakan Desa Adat Pedawa memiliki kekayaan bentuk dan pola bedeg tradisional yang beragam. Keunikan tersebut, katanya, menjadi bagian dari kearifan lokal yang harus tetap dijaga keberlangsungannya di tengah perubahan sosial masyarakat.
“Oleh karena itu kami Sekolah Adat kembali menunjukkan kepada generasi muda bahwa Desa Adat Pedawa memiliki kekayaan bedeg yang sangat beragam dengan kombinasi matematis yang sangat beragam. Oleh karena itu ini adalah bagian dari kearifan lokal yang harus tetap dipertahankan,” katanya.
Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta terdiri dari perpaduan generasi tua dan generasi muda. Menurut I Wayan Sadyana, pola tersebut sengaja diterapkan agar proses pewarisan pengetahuan tradisional dapat berlangsung secara langsung melalui praktik dan pengalaman para orang tua.
“Anak-anak muda belajar kearifan lokal atau belajar tentang pembuatan bedeg itu dari orang-orang tua. Jadi kombinasi ini penting untuk kami lakukan karena ini bagian dari penerusan makna-makna baik dan penerusan kearifan lokal yang ada dalam masyarakat Pedawa,” ucapnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Yayasan Wisnu yang selama ini aktif mendampingi pelestarian budaya di Desa Pedawa. Kerja sama antara Desa Pedawa dan Yayasan Wisnu, katanya, telah berlangsung lama, termasuk dalam program revitalisasi rumah adat Mesagali dan Sri Dandan yang kini keberadaannya semakin sedikit.
“Untuk tahun ini ada kegiatan revitalisasi rumah adat. Jadi kegiatan pembuatan bedeg ini merupakan bagian dari kegiatan revitalisasi rumah adat Mesagali dan Sri Dandan yang sudah punah dan khusus untuk Sri Dandan itu sudah tinggal dua buah yang ada di Pedawa,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Adat Manik Empul berharap masyarakat semakin mengenal kembali bentuk-bentuk rumah adat dan kerajinan tradisional khas Pedawa. Pelatihan itu juga diharapkan menjadi langkah awal untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal agar tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi muda di desa tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....