Pengurus MUI Buleleng Dikukuhkan, Siap Jaga Harmoni dan Persatuan Daerah

  • 25 Mei 2026 11:37 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Majelis Ulama Indonesia (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Buleleng resmi mengukuhkan kepengurusan baru masa khidmat 2025-2030 dalam sebuah acara yang digelar di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng, Ahad 24 Mei 2026.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi MUI Buleleng untuk mempertegas peran organisasi dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan umat di daerah.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali, H. Bambang Santoso. Sejumlah pengurus inti yang dikukuhkan terdiri dari unsur Dewan Pertimbangan, Ketua Umum, sekretariat, bendahara, hingga sembilan komisi yang akan menjalankan program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.

Ketua Umum MUI Buleleng, H.B. Ali Musthofa, menegaskan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ukhuwah dan memperkuat persatuan di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang ikut memengaruhi kehidupan sosial masyarakat.

“Pengurus MUI dituntut untuk menjawab tantangan baru, seperti pergeseran nilai-nilai sosial yang terjadi akibat perkembangan teknologi dan informasi itu. Pengurus MUI ke depan harus bisa menyelesaikan munculnya berbagai persoalan keumatan yang semakin heterogen dan kompleks. Pengurus MUI dituntut untuk profesional, responsif, ilmiah dan solutif,” ujarnya.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Buleleng, H. Abdurrahman Said, Lc, mengingatkan bahwa keberadaan MUI harus dimaknai sebagai wadah pengabdian kepada umat, bukan sekadar organisasi formal. Ia menekankan pentingnya orientasi pengabdian yang berlandaskan nilai spiritual dan tanggung jawab moral.

“Kalau dapat keuntungan akhirat, keuntungan dunianya akan ikut,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa menjaga hubungan baik dengan Tuhan dan sesama manusia menjadi fondasi utama dalam memperkuat persatuan masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu terus membangun budaya saling mendengar, saling menghargai, dan saling menghormati agar tujuan bersama mewujudkan daerah yang aman dan damai dapat tercapai.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Bali, H. Bambang Santoso, mengingatkan seluruh pengurus agar menjaga integritas dalam menjalankan amanah organisasi. Ia menilai tantangan sosial ke depan semakin berat, sehingga MUI harus mampu tampil di garis depan dalam menjaga persatuan dan membantu menciptakan ketertiban di masyarakat.

“Ini harus menjadi perhatian (pengurus MUI Buleleng, red). Apalagi tantangan ke depan semakin berat. MUI harus menjadi yang terdepan, misalnya dalam mengantisipasi kriminalitas, menjaga kamtibmas,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng turut menyampaikan dukungan terhadap kepengurusan baru MUI Buleleng. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Kepala Kesbangpol Buleleng, Nyoman Widiartha, pemerintah berharap MUI terus menjadi mitra strategis dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama serta memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Dengan pengukuhan ini, MUI Buleleng diharapkan semakin aktif menjalankan peran keumatan dan kebangsaan. Kepengurusan baru kini memikul tanggung jawab untuk menjaga harmoni sosial sekaligus menjawab berbagai tantangan baru yang berkembang di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....