BRIN Kembangkan Modul BIPA Berbasis Gastronomi Bali

  • 22 Mei 2026 15:03 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Tim peneliti Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diketuai oleh Sang Ayu Putu Eny Parwati, mengembangkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis gastronomi Bali bertajuk “AROMA BALI: Menghirup Bahasa, Mengecap Budaya.” Modul tersebut dirancang sebagai media pembelajaran bahasa yang memadukan pengalaman inderawi dengan pengenalan budaya lokal Bali.

Kepada RRI, Ayu menjelaskan bahwa bahan ajar tersebut ditujukan untuk pemelajar BIPA tingkat menengah atau level BIPA 3. Materi pembelajaran dibagi menjadi tiga unit utama, yakni makanan khas Bali, minuman tradisional, dan jajanan tradisional.

“Unit pertama membahas makanan khas Bali seperti Nasi Campur Bali, Ayam Betutu, Sate Lilit, hingga Mujair Goreng Nyatnyat khas Kintamani. Unit kedua tentang minuman tradisional seperti Loloh, Es Daluman, dan Tuak. Sedangkan unit ketiga membahas jajanan tradisional seperti Jaja Laklak, Klepon Bali, dan Lempog,” ujarnya saat berkunjung ke RRI Singaraja, Jumat 22 Mei 2026.

Menurut Ayu, pendekatan pembelajaran yang digunakan bersifat multisensori. Pemelajar tidak hanya membaca materi, tetapi juga menonton video, mendengarkan audio, menyentuh bahan makanan, hingga mencicipi kuliner tradisional secara langsung sebelum menulis deskripsi dalam Bahasa Indonesia.

Tim peneliti dari Badan Riset Nasional (BRIN) saat berkunjung ke RRI Singaraja pada Jumat, 22 Mei 2026. (Foto: RRI/Salsabil)

Ia menilai gastronomi menjadi pintu masuk yang efektif untuk memahami budaya Bali secara lebih mendalam. “Makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga memuat sejarah, filosofi, dan nilai kehidupan masyarakat Bali, termasuk konsep Tri Hita Karana,” katanya.

Penelitian tersebut juga dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap semakin terpinggirkannya kuliner tradisional Bali akibat arus globalisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Ayu menyebut banyak generasi muda mulai meninggalkan pengetahuan lokal mengenai resep dan tradisi kuliner warisan leluhur.

Melalui modul AROMA BALI, BRIN berharap pembelajaran BIPA dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. “Ketika pemelajar asing mengenal kata-kata seperti betutu, megibung, atau base genep, mereka sekaligus belajar memahami identitas budaya Bali,” ucapnya.

Saat ini, tim peneliti tengah menyelesaikan prototipe bahan ajar dan menyiapkan uji coba terbatas di program BIPA Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha pada 2026. Selain itu, hasil penelitian juga ditargetkan dipublikasikan dalam jurnal internasional. Dalam prosesnya tim periset melaksanakan pengumpulan data riset selama 10 hari mulai 17 hingga 26 Mei 2026. Lokasi pengumpulan data meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, Bangli, Buleleng, Klungkung dan Karangasem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....