Undiksha Gelar Pelatihan Koding dan Kecerdasan AI untuk Guru SMAN 1 Manggis
- 19 Agt 2026 07:58 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Amlapura - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk AI-Ready School: Optimalisasi Perangkat Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Berbasis Augmented Intelligence untuk Guru SMA Negeri 1 Manggis.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang siap diterapkan di kelas. Kegiatan ini menyasar 47 guru SMA Negeri 1 Manggis yang masih membutuhkan penguatan dalam pelatihan koding dasar, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, serta penyusunan perangkat ajar digital yang aplikatif.
Tim pengabdi terdiri atas I Ketut Andika Pradnyana, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua, Ni Made Novia Kusumayani, S.T., M.Sc., dan Rindhi Marverissa, M.Acc. sebagai anggota. Program ini didanai oleh Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
| Baca juga: Yudisium ke-51, FIA Unipas Lepas 61 Sarjana |
Tahapan kegiatan diawali dengan sambutan ketua tim pengabdian yaitu I Ketut Andika Pradnyana dan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Manggis sekaligus pembukaan acara. Dalam sambutannya, Ketua Tim PkM I Ketut Andika Pradnyana, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kesiapan guru menghadapi transformasi pendidikan digital.
“Kami ingin guru tidak hanya mengenal Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam perangkat ajar yang relevan, terstruktur, dan mudah digunakan di kelas,” ujar I Ketut Andika Pradnyana, Selasa 18 Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Manggis, I Nyoman Sukadana, S.Pd., M.I.Kom., menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan sekolah untuk memperkuat pembelajaran berbasis teknologi.
“Pelatihan ini sangat penting bagi guru kami karena dunia pendidikan bergerak cepat menuju pembelajaran digital. Kami berharap kegiatan ini memberi bekal nyata agar guru lebih percaya diri memanfaatkan AI dan koding dalam proses belajar,” katanya.
Pada hari pertama, peserta mengikuti pelatihan KKA yang disampaikan oleh Dr. phil. Dessy Seri Wahyuni, S.Kom., M.Eng selaku narasumber. Materi yang dibahas menekankan pentingnya koding, berpikir komputasional, dan pemanfaatan AI sebagai augmented intelligence atau asisten pedagogik dalam pembelajaran.
Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan materi pengembangan perangkat ajar menggunakan AI. Materi hari kedua diarahkan agar guru mampu menyusun modul ajar digital, LKPD berbasis proyek, rubrik penilaian, serta skenario pembelajaran unplugged–plugged secara lebih terstruktur.
Pada hari ketiga, tim melakukan pendampingan agar guru dapat menerapkan hasil pelatihan secara mandiri dan berkelanjutan. Pendampingan ini sejalan dengan metode yang dirancang dalam proposal, yaitu mentorship learning method yang mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program.
Program ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran digital, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan literasi digital, etika penggunaan AI, dan tata kelola pembelajaran yang lebih aman serta transparan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....