Abrasi Ancam Pura Tirta Rambut Siwi, Penanganan Diajukan ke BWS Bali Penida
- 21 Mei 2026 09:23 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Abrasi di pesisir Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, terus menggerus kawasan suci Pura Tirta Rambut Siwi. Kondisi tersebut membuat sejumlah bangunan pura mengalami kerusakan cukup parah akibat hantaman ombak laut. Gelombang tinggi yang kerap terjadi saat hari Purnama dan Tilem disebut semakin mempercepat kerusakan di area pesisir.
Tembok penyengker hingga kori pura dilaporkan rusak setelah diterjang ombak. Tak hanya itu, beberapa bangunan di dalam kawasan pura, termasuk Bale Pesandegan, juga mengalami kerusakan dan terancam ambruk. Perbekel Yehembang Kangin, Gede Suardika mengatakan pemerintah desa bersama pengempon pura telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah serta mengajukan penanganan ke Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Menurutnya, tingkat kerusakan abrasi sudah cukup berat sehingga membutuhkan penanganan teknis dari instansi yang berwenang.
“Kerusakan yang terjadi sudah berskala besar sehingga penanganannya menjadi kewenangan BWS,” ujarnya, Rabu 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah desa bersama unsur kecamatan, kepolisian, TNI, masyarakat, dan pengempon pura sempat melakukan gotong royong untuk menahan abrasi. Upaya penanganan sementara dilakukan dengan menaruh pasir ke dalam kampil sebagai penahan ombak. Namun cara tersebut dinilai belum efektif karena kuatnya gelombang laut.
“Sudah sempat dilakukan penanganan darurat secara gotong royong, tetapi belum mampu menahan abrasi karena kondisi kerusakannya cukup berat,” katanya.
Suardika menambahkan, tim dari BWS Bali Penida juga telah turun melakukan survei ke lokasi abrasi. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut penanganan fisik di kawasan tersebut. Sementara itu, salah seorang pengempon pura mengaku khawatir abrasi akan terus meluas apabila tidak segera ditangani. Ia menyebut beberapa bagian pura kini mengalami kerusakan serius akibat terjangan ombak.
“Kerusakan sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah. Kami berharap segera ada penanganan supaya pura tidak sampai hancur,” ungkapnya.
Warga dan pengempon pura berharap pemerintah serta instansi terkait segera melakukan langkah penanganan guna menyelamatkan kawasan suci tersebut dari ancaman abrasi yang terus meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....