RSUD Buleleng Benahi Layanan dan Infrastruktur untuk Kesehatan Bali Utara
- 15 Mei 2026 18:21 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui penataan dan pengembangan fasilitas di RSUD Kabupaten Buleleng. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus bertambah di wilayah Bali Utara.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bertema “Penataan RSUD dalam Rangka Meningkatkan Cakupan Layanan Wilayah Bali Utara”. Menurutnya, pengembangan rumah sakit tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh.
Dalam paparannya, dr. Suteja menjelaskan bahwa RSUD Buleleng saat ini menjadi satu-satunya rumah sakit pendidikan utama bagi Universitas Pendidikan Ganesha melalui Fakultas Kedokterannya. Dengan status tersebut, RSUD Buleleng memiliki peran ganda, yakni sebagai pusat pelayanan kesehatan sekaligus tempat pendidikan dan pengembangan tenaga medis di Bali Utara.
Ia menegaskan, penguatan kualitas layanan terus dilakukan melalui peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, penguatan keselamatan pasien, serta perluasan kerja sama dengan institusi pendidikan dan pemerintah. Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana rumah sakit.
“Pelayanan kesehatan harus terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat. Karena itu, selain peningkatan SDM, penataan sarana dan prasarana menjadi fokus utama kami,” ujarnya pada Jumat, 15 Mei 2026.
Salah satu langkah strategis yang kini menjadi prioritas adalah penambahan ruang operasi. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi tingginya antrean tindakan bedah, terutama dari pasien rujukan rumah sakit tipe C di wilayah Bali Utara yang terus meningkat setiap tahun.
“Kapastitas tindakan bedah kita sangat tinggi, sementara ruang operasi masih terbatas. Kondisi gedung yang sebagian besar merupakan bangunan lama juga perlu direvitalisasi agar pelayanan lebih optimal,” katanya.
Selain penambahan ruang operasi, RSUD Buleleng juga menyiapkan rencana pembangunan dan penataan sejumlah gedung layanan secara terintegrasi. Konsep ini diharapkan dapat mempercepat alur pelayanan pasien, meningkatkan efisiensi kerja, serta memaksimalkan pemanfaatan tenaga medis dan fasilitas pendukung yang tersedia.
Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan juga dilakukan melalui pengembangan kompetensi tenaga kesehatan lewat pendidikan lanjutan dan pelatihan rutin. Saat ini, RSUD Buleleng telah memiliki 23 poliklinik serta sejumlah layanan unggulan, termasuk layanan pemasangan ring jantung atau Cath Lab yang menjadi salah satu layanan rujukan penting di Bali Utara.
Transformasi pelayanan juga dilakukan melalui digitalisasi rekam medis terintegrasi untuk mempermudah pencatatan dan akses data pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap. Selain itu, penguatan komunikasi di lini depan seperti UGD dan front office terus dilakukan agar pelayanan menjadi lebih cepat, responsif, dan tepat sasaran.
“Kadang persoalan pelayanan muncul dari komunikasi yang kurang baik. Karena itu kami terus menekankan pentingnya komunikasi efektif, terutama bagi petugas yang langsung berhadapan dengan pasien,” tambahnya.
Melalui penataan fasilitas, penguatan SDM, dan pengembangan layanan berbasis teknologi, RSUD Buleleng diharapkan semakin siap menjadi rumah sakit rujukan utama di Bali Utara. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....