Tol Laut dari Celukan Bawang Buka Akses Antarpulau dan Dukung Ekonomi Warga

  • 12 Sep 2026 07:02 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Layanan tol laut di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali menjadi akses penting bagi masyarakat untuk bekerja, memperoleh layanan kesehatan, dan mendukung distribusi barang.
  • Rute tol laut melintasi Celukan Bawang-Sapeken-Kangean-Kalianget-Labuhan Lombok-Bima-Badas dengan jangkauan yang luas di kawasan timur Indonesia.
  • Dua kapal, KM Sabuk Nusantara 74 dan KM Sabuk Nusantara 51, mengoperasikan layanan ini dengan frekuensi dua kali dalam sepekan untuk memastikan kontinuitas pelayanan.

RRI.CO.ID, Singaraja - Transportasi laut tidak hanya menjadi penghubung antarpulau, tetapi juga menjadi akses penting bagi masyarakat untuk bekerja, memperoleh layanan kesehatan, hingga mendukung kelancaran distribusi barang. Peran tersebut turut dirasakan masyarakat melalui layanan tol laut yang beroperasi dari Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali.

Layanan tol laut tersebut melintasi rute Celukan Bawang-Sapeken-Kangean-Kalianget-Labuhan Lombok-Bima-Badas. Jalur ini dilayani KM Sabuk Nusantara 74 dan KM Sabuk Nusantara 51 dengan frekuensi dua kali dalam sepekan.

Bagi masyarakat asal Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, keberadaan layanan tersebut menjadi salah satu akses menuju Bali. Sebagian penumpang memanfaatkannya untuk bekerja di sejumlah wilayah seperti Nusa Dua, Gianyar, Kuta, dan Denpasar. Sementara itu, sebagian lainnya datang ke Buleleng untuk memperoleh layanan kesehatan.

Setibanya di Pelabuhan Celukan Bawang, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan antar jemput dari Asosiasi Pengemudi Wisata Celukan Bawang atau APWC. Aktivitas kapal perintis ini sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui pekerjaan sebagai porter.

Aktivitas pengguna jasa kapal laut Pelabuhan Celukan Bawang. (Foto: Dok. Humas Pelabuhan Celukan Bawang).

Wasmara, warga Celukan Bawang yang bekerja sebagai porter, mengatakan keberadaan kapal perintis memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Selain membantu penumpang membawa barang, aktivitas tersebut menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitar pelabuhan.

“Adanya kapal perintis ini cukup membantu kami sebagai warga sekitar. Selain bisa membantu penumpang membawa barang, kami juga mendapatkan penghasilan dari pekerjaan sebagai porter. Yang penting penumpang nyaman dan kami bisa terus bekerja,” ujar Wasmara, Jumat, 11 September 2026.

Sementara itu, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, menegaskan pelabuhan memiliki peran lebih luas dalam mendukung mobilitas masyarakat. Pelayanan di pelabuhan, menurutnya, menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat, mulai dari kedatangan hingga keberangkatan.

“Pelabuhan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat, bukan hanya tempat kapal datang dan berangkat. Karena itu, kami terus berupaya memberikan pelayanan yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat selama berada di pelabuhan,” kata Imron.

Keberadaan tol laut diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarpulau, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung kelancaran distribusi barang serta aktivitas ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....