DPRD Jembrana Dorong PDAM Tingkatkan PAD
- 11 Mei 2026 14:29 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Komisi II DPRD Jembrana mendorong Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati memanfaatkan peluang dari sejumlah proyek strategis yang tengah berkembang di wilayah Jembrana. Dorongan itu disampaikan saat kunjungan kerja dewan ke kantor PDAM Jembrana, Senin 11 Mei 2026, sekaligus meninjau perkembangan kinerja perusahaan daerah tersebut yang kini mampu mencatatkan laba.
Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi perusahaan, mulai dari pelayanan, pengelolaan usaha hingga capaian keuangan PDAM dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, peningkatan keuntungan yang diraih PDAM tidak terlepas dari upaya pengembangan usaha dan pembenahan sistem pelayanan kepada masyarakat.
“Dari pemaparan manajemen terlihat ada langkah inovatif yang dilakukan, baik dalam pengembangan bisnis maupun peningkatan pelayanan pelanggan sehingga berdampak pada perolehan laba perusahaan,” kata Suastika.
Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah efisiensi yang diterapkan PDAM melalui digitalisasi layanan. Dengan sistem tersebut, sejumlah pekerjaan kini dapat dilakukan lebih efektif sehingga tidak seluruh pegawai yang memasuki masa pensiun harus digantikan.
Dalam pertemuan itu, Komisi II turut menyoroti peluang pasar baru yang dapat dimanfaatkan PDAM seiring hadirnya sejumlah proyek besar di Jembrana, seperti pembangunan lembaga pemasyarakatan di Kecamatan Melaya, pengembangan kawasan di Pekutatan, hingga Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pengambengan.
Menurut Suastika, peningkatan investasi di Jembrana diperkirakan akan berdampak pada bertambahnya kebutuhan air bersih sehingga PDAM perlu menyiapkan strategi sejak dini untuk memperluas cakupan layanan.
Di sisi lain, persoalan ketersediaan sumber air baku juga menjadi perhatian DPRD. Saat ini kapasitas sumber air di Jembrana dinilai masih terbatas sehingga program suplai air dari Bendungan Titab melalui skema Burana (Buleleng-Jembrana) dinilai penting untuk terus diperjuangkan.
“Kalau hanya mengandalkan sumber air lokal tentu belum cukup memenuhi kebutuhan ke depan. Program Burana harus terus dikawal bersama agar suplai air tetap aman,” ujarnya.
Komisi II juga meminta PDAM terus melakukan inovasi agar selain meningkatkan kualitas pelayanan, perusahaan daerah tersebut mampu memberi kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun demikian, DPRD mengingatkan peningkatan pendapatan perusahaan tidak dilakukan melalui kenaikan tarif air.
“Kami mendukung penguatan perusahaan, tetapi jangan sampai pilihan yang diambil justru membebani masyarakat lewat kenaikan tarif,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana, I Gede Puriawan, mengungkapkan tantangan utama yang masih dihadapi perusahaan adalah tingginya tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) akibat banyaknya jaringan perpipaan yang telah berusia tua.
Ia menjelaskan kondisi tersebut cukup memengaruhi pendapatan perusahaan karena kebocoran masih terjadi di sejumlah titik jaringan distribusi.
“Sebagian jaringan perpipaan kami sudah lama sehingga tingkat kebocoran masih cukup tinggi. Karena itu perlu dilakukan peremajaan dan relokasi pipa di beberapa lokasi,” ujarnya.
Menurut Puriawan, kebutuhan anggaran untuk pembaruan jaringan cukup besar sehingga pihaknya tengah mengkaji sejumlah skema pembiayaan, baik melalui bantuan pemerintah maupun kerja sama dengan pihak swasta.
“Situasi fiskal saat ini membuat bantuan pemerintah cukup terbatas. Maka opsi kerja sama melalui KPBU maupun business to business juga mulai kami pertimbangkan,” katanya.
Saat ini PDAM Tirta Amertha Jati melayani sekitar 27 ribu sambungan rumah atau mengalami peningkatan dibanding sebelumnya sekitar 26 ribu pelanggan. Meski pertumbuhan pelanggan tidak terlalu signifikan, perusahaan tetap mencatat kenaikan laba setiap tahun.
Ia menyebutkan laba perusahaan pada 2023 berada di kisaran Rp400 juta, kemudian meningkat menjadi Rp1,1 miliar dan kini mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
PDAM Jembrana pun optimistis kehadiran berbagai proyek strategis di daerah itu akan membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan melalui bertambahnya kebutuhan layanan air bersih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....