Lapas Singaraja Perketat Pengawasan, Perang Total Berantas HALINAR

  • 08 Mei 2026 20:35 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Singaraja memperkuat komitmen memberantas HALINAR atau handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba di lingkungan lapas. Langkah itu ditunjukkan melalui kegiatan ikrar bersama yang dirangkaikan dengan razia kamar hunian, tes urine, pemeriksaan kesehatan, hingga penyuluhan bahaya narkoba, Jumat 8 Mei 2026.

Kegiatan dipusatkan di aula dan blok hunian lapas dengan melibatkan seluruh petugas serta perwakilan warga binaan pemasyarakatan. Ikrar dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, Iskandar Djamil, sebagai bentuk penegasan komitmen menjaga lapas tetap bersih dari pelanggaran dan peredaran barang terlarang.

Dalam sambutannya, Iskandar menegaskan tidak ada ruang bagi praktik HALINAR di dalam lapas. Ia meminta seluruh petugas meningkatkan pengawasan dan memastikan aturan berjalan secara konsisten setiap hari.

“Kami nyatakan perang terhadap HALINAR. Tidak ada toleransi untuk narkoba, handphone ilegal, dan pungli di dalam Lapas. Ikrar ini bukan sekadar seremonial, tapi harus diwujudkan lewat pengawasan ketat setiap hari,” ujarnya.

Usai pelaksanaan ikrar, petugas gabungan langsung bergerak melakukan razia insidentil di seluruh blok hunian warga binaan. Razia melibatkan aparat dari Polres Buleleng dan BNNK Buleleng untuk memastikan tidak ada barang terlarang di dalam kamar hunian.

Petugas memeriksa setiap sudut kamar, barang milik warga binaan, hingga area yang dianggap rawan. Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan narkoba maupun handphone ilegal. Namun sejumlah barang terlarang seperti korek api dan sendok besi diamankan untuk dimusnahkan.

Selain razia, kegiatan juga diisi tes urine secara acak terhadap puluhan warga binaan dan petugas lapas. Pemeriksaan kesehatan dasar turut dilakukan oleh tim medis lapas sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi kesehatan warga binaan.

Hasil tes urine menunjukkan seluruh peserta negatif narkoba. Sementara dalam penyuluhan yang diberikan tim BNNK Buleleng, warga binaan mendapat penjelasan terkait dampak penyalahgunaan narkoba, ancaman hukum, serta pentingnya menjaga lingkungan lapas tetap aman dan bersih dari peredaran narkotika.

Iskandar mengatakan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala maupun mendadak.

Menurutnya, sinergi dengan aparat penegak hukum dan BNNK menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

“Sinergi dengan APH dan BNNK jadi kunci. Kami ingin pastikan Lapas Singaraja benar-benar zero HALINAR dan jadi tempat pembinaan yang aman,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....