Stop Open Dumping, TPA Bengkala Beralih ke Sistem Controlled Landfill
- 05 Mei 2026 07:57 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menghentikan sistem open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala dan beralih ke sistem controlled landfill sebagai langkah strategis penanganan sampah yang lebih ramah lingkungan. Kebijakan ini diambil menyusul tingginya volume sampah yang masuk setiap hari.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengungkapkan TPA Bengkala saat ini menerima sekitar 400 ton atau setara 400 meter kubik sampah per hari. Volume tersebut didominasi sampah dari wilayah kelurahan di kawasan perkotaan.
Ia menjelaskan, TPA Bengkala memiliki luas sekitar 7,8 hektare dan menjadi pusat penampungan utama sampah di wilayah kota. Sementara itu, sebagian besar desa di Buleleng telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sehingga tidak seluruh sampah desa masuk ke TPA.
Menurut Supriatna, sistem open dumping yang selama ini digunakan sudah tidak sesuai dengan regulasi dan tidak lagi diperbolehkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Oleh karena itu, pemerintah daerah mulai beralih ke sistem controlled landfill yang dinilai lebih aman dan terkontrol.
“Sekarang kita sudah mulai mengelola TPA Bengkala dengan sistem controlled landfill, karena open dumping sudah tidak diperbolehkan lagi,” ujarnya.
Namun demikian, kapasitas pengolahan sampah di TPA Bengkala masih sangat terbatas. Dari total sampah yang masuk setiap hari, hanya sekitar 12 persen yang mampu diolah, sementara sisanya berpotensi terus menumpuk jika tidak ditangani secara menyeluruh.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah dengan melakukan pemilahan sejak dari rumah tangga. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban TPA sekaligus mempercepat proses pengolahan.
Supriatna menegaskan bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks. Tanpa dukungan dari sumbernya, upaya penanganan di hilir tidak akan berjalan optimal.
“Karena itu kami berharap masyarakat bisa bersinergi bersama pemerintah untuk mengurangi beban pengolahan sampah di TPA Bengkala,” ujarnya.
Dengan penerapan sistem controlled landfill serta dukungan aktif masyarakat dalam memilah sampah, diharapkan permasalahan sampah di Kabupaten Buleleng dapat ditangani lebih baik dan mampu meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....