Wabup Supriatna Tekankan Sinergi Pendidikan Tejakula Buleleng
- 30 Apr 2026 10:13 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat kolaborasi dalam dunia pendidikan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema sinergitas Tri Pusat Pendidikan di Kecamatan Tejakula, Kamis 30 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Windu Sabha Budaya, Desa Tejakula ini menjadi ruang bersama untuk menyatukan langkah antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Upaya ini dilakukan guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang lebih merata dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dicapai secara parsial. Menurutnya, diperlukan kolaborasi erat dari seluruh elemen yang terlibat dalam proses pendidikan. “Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat harus berjalan searah dan saling menguatkan,” ujar Wabup Supriatna.
Ia menjelaskan, ketiga unsur dalam konsep Tri Pusat Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing. Sekolah menjadi pusat pembelajaran formal, keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter, dan masyarakat sebagai ruang aktualisasi nilai-nilai sosial. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik.
FGD ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan kebijakan dengan kondisi riil di lapangan, khususnya di Kecamatan Tejakula. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk merumuskan langkah konkret dalam mengatasi berbagai persoalan pendidikan yang ada. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari percepatan transformasi pendidikan daerah.
Dalam arahannya, Wabup Supriatna juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kemajuan pendidikan. Ia menyebut peran pemerintah sebagai regulator, satuan pendidikan sebagai pelaksana utama, serta masyarakat dan dunia usaha sebagai pendukung ekosistem pendidikan. “Jangan segan-segan berkoordinasi terkait persoalan pendidikan di Kecamatan Tejakula,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap hasil FGD tidak berhenti pada tataran diskusi semata. Ia mendorong agar forum tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif, terukur, dan berkelanjutan. Dengan demikian, setiap hasil pembahasan dapat diimplementasikan dalam program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Melalui sinergi dan komitmen bersama, kita optimis dapat mewujudkan masa depan pendidikan Buleleng yang lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng Made Sedana menyampaikan bahwa FGD ini merupakan bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan pendidikan di daerah. Ia menyoroti masih adanya tantangan seperti kekurangan tenaga pendidik dan anak yang tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama agar tidak berdampak pada kualitas pendidikan jangka panjang.
Menurutnya, Dewan Pendidikan memiliki peran penting dalam memberikan masukan, pertimbangan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan. Hal ini dilakukan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Buleleng Dewa Komang Yudi Astara, Camat Tejakula, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, para perbekel di wilayah Tejakula, serta kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kecamatan Tejakula. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi pendidikan. Diharapkan, kolaborasi ini mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Buleleng, khususnya di Kecamatan Tejakula.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....