Kasus Gigitan Rabies Tinggi, Dinkes Buleleng Perkuat Evaluasi

  • 30 Apr 2026 09:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Rabies tingkat kabupaten sebagai upaya memperkuat penanganan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR). Kegiatan ini melibatkan lintas sektor terkait berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Buleleng, Rabu 29 April 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., dan dihadiri Tim P2 Dinas Kesehatan Provinsi Bali, pengelola program rabies puskesmas, serta perwakilan rumah sakit seperti RSUD Kabupaten Buleleng, RSUD Tangguwisia, dan RSUD Giri Emas.

Dalam sambutannya, dr. Sucipto menyoroti fluktuasi kasus gigitan hewan penular rabies di Buleleng yang masih tergolong tinggi. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata kasus gigitan mencapai 600 hingga 700 kasus per bulan.

“Jika melihat data hingga Maret 2026, sudah tercatat sebanyak 2.281 kasus gigitan. Bahkan terdapat satu kasus kematian akibat rabies karena korban tidak melaporkan gigitan ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, meskipun penanganan kasus dan kolaborasi lintas sektor telah berjalan, hasil yang dicapai dinilai belum optimal. Hal ini disebabkan oleh sejumlah kendala di lapangan.

Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies, keterbatasan ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR), serta adanya perbedaan persepsi antar petugas dalam penanganan kasus.

Melalui kegiatan Monev ini, pihaknya berharap dapat menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam penanganan rabies di Buleleng.

“Diharapkan melalui pertemuan ini kita dapat menyamakan persepsi dan memperkuat langkah bersama, sehingga kejadian rabies di Kabupaten Buleleng dapat dikendalikan,” ucapnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya peningkatan kecepatan respon terhadap kasus gigitan, optimalisasi tata laksana program, serta penguatan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Ke depan, upaya promotif dan preventif akan terus ditingkatkan dengan memperkuat sinergi lintas sektor. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kasus rabies serta melindungi masyarakat dari penyakit zoonosis yang berpotensi fatal tersebut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....