Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Stunting di Banyuasri Buleleng
- 29 Apr 2026 08:44 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Penanganan stunting di Kabupaten Buleleng terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi perempuan, serta unsur pelayanan kesehatan di tingkat desa. Sinergi ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan paket makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil di Wantilan Desa Adat Banyuasri. Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana kerja bersama dilakukan untuk menjawab persoalan gizi di masyarakat.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan banyak pihak. Menurutnya, kolaborasi antara Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PKK, dan GOW menjadi kekuatan utama dalam menekan angka stunting. “Ini kegiatan rutin yang melibatkan berbagai pihak untuk memberikan bantuan makanan tambahan kepada ibu hamil dan anak-anak yang berpotensi stunting,” ujarnya pada Jumat, 24 April 2026.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pendekatan terpadu agar program penanganan stunting berjalan efektif. Selain bantuan makanan tambahan, upaya edukasi dan pendampingan juga menjadi bagian penting dalam intervensi yang dilakukan. Hal ini dinilai krusial karena persoalan stunting berkaitan langsung dengan kualitas generasi di masa depan.
Di sisi lain, kondisi riil di tingkat kelurahan menjadi perhatian utama dalam penyusunan kebijakan. Lurah Banyuasri, Nyoman Merta Suweca, mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki 19 balita stunting dan 19 balita kurang gizi. Data tersebut menjadi dasar pelaksanaan program intervensi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Untuk balita disiapkan 100 dus dan ibu hamil sebanyak 43 paket, sehingga bisa membantu pemenuhan gizi mereka,” katanya. Ia menjelaskan bahwa seluruh bantuan didistribusikan secara bertahap dengan pengawasan ketat dari pihak kelurahan dan tenaga kesehatan.
Lebih lanjut, pengawasan terhadap balita stunting dilakukan secara rutin melalui kegiatan Posyandu dan pos stunting. Setiap bulan, perkembangan kondisi anak dicatat dan dievaluasi oleh bidan serta kader kesehatan. “Kami bekerja sama dengan Posyandu dan bidan untuk melakukan pemantauan rutin agar ada peningkatan kondisi anak-anak yang terdampak,” ucapnya.
Upaya ini juga didukung dengan pemberian paket makanan tambahan secara berkala untuk memastikan kecukupan gizi. Setiap balita stunting mendapatkan tiga dus paket makanan tambahan sebagai bagian dari intervensi langsung. Diharapkan, langkah ini mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.
Dengan sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis data di tingkat kelurahan, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis mampu menekan angka stunting secara signifikan. Keterlibatan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini. Ke depan, pola kolaborasi ini diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....