Anjing Diduga Rabies Mengamuk di Banyuning, 18 Warga Jadi Korban

  • 25 Apr 2026 08:33 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies menggegerkan warga Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 23 April 2026. dengan total korban mencapai 18 orang. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, memastikan bahwa seluruh korban sudah mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) sebagai langkah penanganan awal. Ia menyebutkan, penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Buleleng III, Puskesmas Buleleng I, serta Rumah Sakit Giri Emas. “Total ada 18 pasien korban gigitan anjing terduga rabies. Seluruhnya sudah mendapat VAR dan tidak ada yang masuk kategori risiko tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, upaya kewaspadaan tetap ditingkatkan guna mencegah kemungkinan penyebaran rabies. Dinas Kesehatan bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga digencarkan agar segera melapor jika mengalami gigitan hewan.

Sucipto menambahkan, tim medis bersama aparat desa saat ini masih melakukan penelusuran terhadap anjing yang diduga menggigit warga. Identifikasi dilakukan berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan oleh masyarakat. “Kami masih melakukan pelacakan terhadap anjing tersebut dan mengimbau warga segera melapor jika menemukan hewan dengan ciri yang sama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Nyoman Nopi Mahendra, menjelaskan bahwa informasi awal kejadian diperoleh dari laporan warga melalui media sosial. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa insiden terjadi sejak pagi hingga malam hari. “Awalnya dari postingan warga, kemudian kami lakukan cross-check. Kejadiannya mulai sekitar pukul 08.00 Wita dan terus bertambah hingga malam,” ucapnya.

Ia menambahkan, lokasi kejadian tersebar di sejumlah titik di wilayah Banyuning. Beberapa di antaranya berada di Jalan Pulau Samosir, Jalan Pulau Komodo, hingga Jalan Pulau Obi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan anjing tersebut cukup luas dan berpindah-pindah lokasi dalam waktu singkat.

“Data sementara dari puskesmas, sebelumnya tercatat 17 warga yang digigit. Sebagian besar ditangani di Puskesmas Buleleng III dan satu orang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan VAR. Namun seluruh korban sudah tertangani dengan baik,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan warga, anjing yang menyerang memiliki ciri tubuh kecil dengan warna krem dan ekor pendek. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah anjing tersebut merupakan hewan liar atau milik warga yang terlepas. “Belum bisa kami pastikan apakah anjing liar atau anjing peliharaan yang lepas,” katanya.

Pihak kelurahan bersama kepala lingkungan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa terus melakukan penelusuran untuk menemukan anjing tersebut. Pencarian dilakukan sejak pagi hingga malam hari di sejumlah titik lokasi kejadian. “Penelusuran sudah kami lakukan dari Jalan Pulau Komodo hingga ke Pulau Obi, dan akan terus dilanjutkan bersama masyarakat,” ucapnya.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap hewan yang menunjukkan perilaku agresif. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan anjing dengan ciri serupa. Langkah cepat ini diharapkan dapat mencegah potensi penularan rabies lebih lanjut di wilayah Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....