Cegah Rabies, Distankan Buleleng Siap Jalankan Program Sterilisasi HPR
- 21 Agt 2026 08:11 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Buleleng menyiapkan program sterilisasi Hewan Penular Rabies (HPR) sebagai salah satu upaya menekan populasi anjing dan kucing sekaligus mendukung pengendalian rabies. Pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah desa.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Buleleng, I Made Suparma, mengatakan sterilisasi akan dilakukan setelah calon hewan didata dan desa yang menjadi lokasi kegiatan dinyatakan siap.
“Kalau kita melaksanakan itu sudah punya daftar. Misalnya di satu desa dapat 20 jantan dan betina, di situ sudah tertera nama, alamat dan umur. Setelah itu kita siapkan sarana prasarana untuk pelaksanaan sterilisasi,” ujarnya, Kamis 20 Agustus 2026.
Menurut Suparma, sterilisasi dinilai efektif untuk menekan pertumbuhan populasi HPR. Ia mencontohkan, jika 14 anjing betina berhasil disteril dan masing-masing berpotensi melahirkan lima anak, maka puluhan anjing baru dapat dicegah kelahirannya.
“Kalau kita dapat 14 anjing betina saja, kalau dia beranak lima saja, berarti sudah mengurangi populasi. Setelah steril, kita vaksin kalau dia belum divaksin,” katanya.
Meski sterilisasi dilakukan, vaksinasi rabies tetap menjadi program utama yang dijalankan Distankan Buleleng. Hewan yang telah disteril tetap akan divaksin apabila belum mendapatkan vaksinasi, karena masih berpotensi menularkan rabies.
Suparma mengatakan pelaksanaan sterilisasi membutuhkan kesiapan desa, termasuk pendataan hewan dan koordinasi sarana prasarana. Distankan Buleleng juga membuka peluang kolaborasi dengan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang perlindungan satwa untuk mendukung program tersebut.
Selain pengendalian populasi HPR, Suparma mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap risiko rabies. Masyarakat diminta tidak menganggap remeh gigitan atau cakaran anjing maupun kucing dan segera melaporkannya untuk mendapatkan penanganan.
“Jangan sampai rabies itu dianggap tidak ada apa-apanya. Kita sudah memerangi rabies hampir puluhan tahun, tetapi setiap tahun masih ada kasus. Jadi masyarakat harus semakin sadar,” ucapnya.
Distankan Buleleng saat ini memiliki sekitar 25 dokter hewan yang bertugas di sembilan kecamatan. Keterbatasan jumlah tenaga menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan, termasuk vaksinasi rabies dan pengendalian HPR.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....