Kasus Gigitan HPR Masih Tinggi, Buleleng Perkuat Pengendalian Rabies

  • 21 Agt 2026 08:13 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat upaya pengendalian rabies menyusul kasus gigitan anjing yang masih ditemukan hampir setiap pekan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh setiap gigitan maupun cakaran hewan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, I Made Suparma, mengatakan kasus gigitan masih menjadi perhatian dalam upaya pengendalian rabies di Buleleng. Menurutnya, tidak semua kasus gigitan berarti positif rabies, namun risiko penularan tetap harus diwaspadai.

“Kalau kita lihat hampir tiap minggu ada kasus. Kasus gigitan banyak belum tentu rabies, tetapi kita tidak menutup kemungkinan. Yang penting kita menekan rabiesnya,” ujarnya, Kamis 20 Agustus 2026.

Suparma mengatakan vaksinasi rabies tetap menjadi program utama untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Selain vaksinasi, Distankan Buleleng juga menyiapkan program sterilisasi Hewan Penular Rabies (HPR) untuk menekan pertumbuhan populasi anjing dan kucing.

Menurutnya, pengendalian rabies tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran masyarakat. Masyarakat diminta segera melaporkan dan memeriksakan diri apabila mengalami gigitan atau cakaran anjing maupun kucing.

Ia menilai kesadaran masyarakat terhadap rabies masih perlu terus ditingkatkan. Respons masyarakat biasanya meningkat ketika muncul kasus yang mendapat perhatian luas, namun kembali menurun setelah situasi dianggap aman.

“Jangan sampai rabies itu dianggap tidak ada apa-apanya. Kita sudah berperang memerangi rabies hampir puluhan tahun. Tidak ada habisnya tiap tahun,” katanya.

Suparma juga mengingatkan masyarakat untuk memahami fungsi petugas kesehatan hewan. Pelayanan petugas lebih difokuskan pada vaksinasi dan kesehatan hewan, sehingga masyarakat diharapkan dapat memilah kebutuhan pelayanan ketika menemukan anjing atau kucing yang membutuhkan penanganan.

Penguatan pengendalian rabies di Buleleng dilakukan melalui vaksinasi, pemantauan kasus gigitan, edukasi masyarakat serta rencana sterilisasi HPR. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan risiko penularan sekaligus mengendalikan populasi hewan penular rabies di wilayah Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....