TPA Bengkala Overload, Pemkab Buleleng Minta Warga Kelola Sampah dari Rumah Tangga
- 25 Apr 2026 08:27 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - TPA Bengkala di Kabupaten Buleleng kini menghadapi kondisi overload akibat tingginya volume sampah yang mencapai sekitar 400 ton per hari. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun meminta masyarakat mulai mengelola dan memilah sampah dari rumah tangga untuk mengurangi beban penumpukan.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan persoalan sampah kini menjadi isu krusial yang harus segera ditangani secara bersama oleh pemerintah dan masyarakat. Tanpa keterlibatan aktif dari hulu, kondisi penumpukan sampah dikhawatirkan semakin membebani kapasitas TPA.
“Persoalan sampah saat ini sangat krusial, khususnya di Buleleng. Kita harus mengantisipasi agar tidak menjadi masalah yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, TPA Bengkala memiliki luas sekitar 7,8 hektare dan saat ini lebih banyak menampung sampah dari kawasan perkotaan. Sementara itu, sebagian besar desa di Buleleng telah memiliki fasilitas pengolahan sampah berbasis TPS3R, sehingga pengelolaan seharusnya bisa dilakukan dari tingkat desa.
Namun demikian, tingginya volume sampah yang masuk setiap hari tidak sebanding dengan kapasitas pengolahan yang tersedia. Dari sekitar 400 ton sampah yang masuk, hanya sekitar 12 persen yang mampu dikelola, sehingga sisanya berpotensi terus menumpuk.
“Dari total sampah yang masuk, hanya sekitar 12 persen yang bisa dikelola. Ini tentu akan terus menumpuk jika tidak dipilah dari sumbernya,” ucapnya.
Kondisi tersebut juga diperparah dengan sistem pengolahan yang masih menggunakan metode open dumping, yang kini sudah tidak diperbolehkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Sebagai langkah perbaikan, pemerintah mulai beralih ke sistem controlled landfill guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
Sebagai upaya konkret, Pemkab Buleleng juga menerapkan kebijakan pengangkutan sampah berbasis pemilahan. Pada tanggal ganjil, sampah organik akan diangkut, sementara pada tanggal genap difokuskan pada sampah non-organik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga. Ini menjadi kunci utama untuk meringankan beban TPA Bengkala,” katanya.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan sampah. Dengan kesadaran bersama, diharapkan volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan dan pengelolaan lingkungan di Buleleng menjadi lebih berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....