TPA Bengkala Overload, Wabup Supriatna Ajak Warga Pilah Sampah

  • 22 Apr 2026 13:44 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, meninjau langsung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala pada Selasa 21 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kondisi TPA yang kini mengalami kelebihan kapasitas akibat meningkatnya volume sampah harian. Dari lokasi, ia juga mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah di lapangan. Wabup Supriatna menyaksikan tingginya tekanan terhadap daya tampung TPA yang semakin terbatas. Kondisi ini dinilai menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk segera melakukan perubahan dalam pola pengelolaan sampah.

“TPA Bengkala ini memiliki luas sekitar 7,8 hektar dan lebih banyak menampung sampah dari wilayah perkotaan. Dari total sekitar 400 meter kubik sampah yang masuk setiap hari, hanya sekitar 12 persen yang dapat dikelola,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa tanpa pemilahan dari sumber, sampah akan terus menumpuk dan memperparah kondisi TPA.

Menurutnya, persoalan sampah kini menjadi isu krusial yang harus ditangani secara terintegrasi. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Oleh karena itu, kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan ini.

Wabup Supriatna juga menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah di TPA Bengkala sedang mengalami perubahan. Sistem open dumping yang sebelumnya digunakan kini sudah tidak diperbolehkan oleh pemerintah pusat. Sebagai gantinya, pengelolaan diarahkan menggunakan sistem controlled landfill untuk meminimalkan dampak lingkungan.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, meninjau langsung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala. (Foto: Dok. Pemkab Buleleng)

“Saat ini, kita beralih ke sistem controlled landfill dalam pengelolaan sampah di TPA Bengkala. Oleh karena itu, kami memohon kesadaran masyarakat untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga,” jelasnya. Ia menekankan bahwa langkah ini penting untuk mendukung sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai upaya mengurangi beban TPA, Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menerapkan kebijakan pemilahan sampah dari sumber. Pengangkutan sampah kini dibedakan berdasarkan jenis, yakni pada tanggal ganjil untuk sampah organik dan tanggal genap untuk sampah anorganik. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.

“Jika tidak dilakukan pemilahan dari sumbernya, maka sampah akan terus menumpuk. Kami mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga,” tegasnya. Ia juga berharap adanya kerja sama aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kebijakan tersebut.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pengelolaan sampah di Buleleng diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem pengelolaan sampah ke arah yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....