Festasada 2026 Sukasada Bangkitkan Seni Budaya dan Peduli Sampah

  • 16 Apr 2026 20:52 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Festival Seni Adat dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026 kembali digelar sebagai upaya menghidupkan ruang ekspresi seni lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya yang diharapkan mampu menarik partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.

Pelaksanaan festival ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam pelestarian seni dan budaya. Di bawah kepemimpinan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna, berbagai kegiatan budaya terus didorong agar tetap berkelanjutan dan melibatkan masyarakat luas.

Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menyebutkan Festasada menjadi momentum kebangkitan seni budaya yang sempat terhenti sejak 2020. Festival ini diharapkan menjadi ruang bagi pelaku seni untuk kembali tampil di hadapan publik.

“Melalui tema Abhyudaya , kita ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sukasada yang adiluhung dan menjadi kebanggaan bersama krama Bali,” ucapnya pada Rabu 15 April 2026.

Festasada 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026 di RTH Taman Bung Karno Sukasada. Berbagai pertunjukan seni khas Sukasada akan ditampilkan, mulai dari Tari Selat Segara, Baleganjur, hingga kesenian tradisional seperti menggoak-goakan dari Desa Panji, Rejang Renteng, serta Burdah dari Desa Pegayaman.

Selain pertunjukan seni, festival ini juga diramaikan dengan Festival Gebogan berbahan bunga lokal, parade budaya, serta berbagai lomba. Seluruh pengisi acara merupakan pelaku seni lokal sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah.

Kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM dengan menghadirkan kuliner khas Sukasada dan Buleleng. Konsep yang diusung lebih menonjolkan makanan tradisional dibandingkan makanan instan untuk memperkuat identitas lokal sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.

Panitia juga memberikan perhatian pada pengelolaan sampah selama festival berlangsung. Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, sementara panitia menyiapkan sistem pengawasan dan pengangkutan, khususnya untuk sampah organik.

“Kami berusaha agar festival ini tidak hanya meriah, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya.

Lebih lanjut, penyelenggaraan Festasada diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat. Kesadaran menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi bagian penting yang terus didorong dalam setiap kegiatan publik.

“Harapan kami, festival ini terus berlanjut dan semakin berkembang, menjadi ruang bagi pelaku seni untuk tampil sekaligus memperkuat identitas budaya kususnya wilayah Sukasada di tengah perkembangan zaman,” ujarnya mengakhiri.

Festasada 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat diharapkan hadir untuk menyaksikan pertunjukan seni sekaligus menjaga kebersihan lingkungan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....