Kopi dan Kelapa Jadi Andalan Pengembangan Komoditas Pertanian Buleleng
- 06 Sep 2026 22:28 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pemerintah menyalurkan lebih dari 1,4 juta bibit kopi dan kelapa kepada subak dan kelompok tani di Kabupaten Buleleng untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani.
- Sebanyak 55 ribu bibit kelapa genjah didistribusikan kepada 24 subak atau kelompok tani di enam kecamatan dengan nilai bantuan sekitar Rp650 juta.
- Program pengembangan komoditas ini menargetkan pertumbuhan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat petani lokal.
RRI.CO.ID, Singaraja – Pengembangan komoditas kopi dan kelapa di Kabupaten Buleleng mendapat dukungan melalui penyaluran lebih dari 1,4 juta bibit kepada subak dan kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani.
Sebanyak 55 ribu bibit kelapa genjah disalurkan kepada 24 subak atau kelompok tani di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Banjar, dan Seririt. Bantuan ini bernilai sekitar Rp650 juta.
Sementara itu, 1.370.000 bibit kopi arabika dan robusta diberikan kepada 44 subak atau kelompok tani di Kecamatan Busungbiu, Sukasada, Sawan, Banjar, dan Kubutambahan. Nilai bantuan bibit kopi mencapai Rp1,755 miliar.
Penyaluran dilakukan di Aula Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Minggu, 6 September, bersamaan dengan bantuan alat dan mesin pertanian.
Pengembangan komoditas tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan waktu tanam. Untuk bibit kopi dan kelapa di wilayah atas, penanaman direncanakan berlangsung pada November ketika kondisi lebih mendukung pertumbuhan tanaman.

Selain peningkatan produksi, mutu dan nilai ekonomi hasil pertanian lokal juga menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong fasilitasi Indikasi Geografis (IG) agar produk pertanian khas daerah memiliki perlindungan serta nilai jual yang lebih baik.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebut kelapa memiliki potensi ekonomi yang cukup besar sehingga pengembangannya dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan.
“Begitu pula kelapa ini kan produktivitasnya luar biasa. Kemudian juga nilai ekonominya juga agak tinggi,” ujarnya.
Sebelum penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan panen selada, pokcoy, dan pare serta pengamatan program lekung atau lele-kangkung yang menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Secara keseluruhan, bantuan pertanian yang disalurkan mencapai Rp3,494 miliar, termasuk 14 unit rice transplanter beserta tray planter untuk 14 subak di tujuh kecamatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....