Bekal Sehat Anak Sekolah Kunci Gizi dan Cegah Jajan Sembarangan
- 16 Apr 2026 08:13 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kebiasaan jajan sembarangan di kalangan anak sekolah menjadi perhatian serius para ahli gizi. Makanan dan minuman berwarna mencolok yang banyak dijual dengan harga murah kerap menjadi pilihan anak-anak. Padahal, konsumsi berlebihan terhadap makanan tinggi gula dan minim nutrisi dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Ketua DPC Persagi Buleleng, Gede Eka Subiarta, mengingatkan orang tua agar lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia menilai pentingnya membekali anak dengan makanan dari rumah sebagai langkah pencegahan. “Sering kita lihat makanan dan minuman berwarna-warni yang menarik perhatian anak, tetapi penuh gula dan belum tentu sehat. Kalau ingin anak sehat, bekali mereka makanan dari rumah,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.
Menurutnya, bekal sekolah memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi harian anak. Bahkan, porsi bekal dapat mencakup sekitar 20 hingga 25 persen dari angka kecukupan gizi harian. Hal ini menjadikan bekal sebagai salah satu faktor penting dalam menunjang tumbuh kembang anak.
Ia menjelaskan, bekal yang baik harus memenuhi prinsip gizi seimbang. Makanan harus mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan, serta sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Selain itu, pengolahan makanan juga harus memperhatikan kebersihan dan keamanan agar terhindar dari risiko penyakit.
Gede Eka Subiarta juga menekankan pentingnya variasi dalam menu bekal anak. Menu yang monoton dapat membuat anak cepat bosan dan kembali tergoda untuk jajan di luar. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk berkreasi, seperti membentuk nasi dengan tampilan menarik atau memilih lauk sesuai selera anak.
Selain itu, keterlibatan anak dalam menyiapkan bekal juga dinilai penting. Anak dapat diajak memilih buah atau menentukan menu yang akan dibawa ke sekolah. Cara ini tidak hanya meningkatkan minat makan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Ia juga mengingatkan agar orang tua menghindari pemberian makanan ultra proses yang tinggi gula, garam, dan lemak. Meskipun praktis, jenis makanan ini tidak dapat menggantikan kebutuhan gizi seimbang.
“Anak membutuhkan cairan sehat seperti air putih, bukan minuman manis berwarna yang justru berisiko bagi kesehatan,” ucapnya menegaskan.
Menurutnya, menyiapkan bekal sehat sebenarnya bukan hal yang sulit dilakukan. Tantangan terbesar justru terletak pada konsistensi dan perubahan kebiasaan. “Yang sulit itu bukan menyiapkan bekal, tetapi melawan rasa malas dan mengubah kebiasaan agar lebih sehat,” pungkasnya.
Tag:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....