KPU Buleleng Edukasi Pemilih Muda di SMKN 3 Singaraja

  • 15 Apr 2026 06:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, SIngaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng menggelar sosialisasi pendidikan pemilih bagi pelajar di SMK Negeri 3 Singaraja pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya partisipasi dalam pemilu. Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan membentuk karakter pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Negeri 3 Singaraja, Ida Bagus Alit Sugiharta. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran KPU Buleleng dalam memberikan edukasi politik kepada para siswa. “Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan pemahaman yang baik bagi siswa agar siap menjadi pemilih yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” ucapnya.

Menurutnya, pendidikan pemilih sangat penting diberikan sejak dini agar siswa memiliki bekal pengetahuan sebelum terjun langsung dalam proses demokrasi. Ia menilai pelajar sebagai pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan ke depan. “Dengan pemahaman yang baik, siswa diharapkan mampu menggunakan hak pilihnya secara bijak pada pemilu mendatang,” ujarnya.

Materi sosialisasi kemudian disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pendidikan demokrasi bagi generasi muda. “Saat ini masih banyak generasi muda yang cenderung apatis terhadap politik, padahal kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari kebijakan politik,” katanya menjelaskan.

Ia mengungkapkan bahwa sikap apatis tersebut sering dipicu oleh kurangnya pemahaman serta anggapan negatif terhadap dunia politik. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini, pihaknya berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa. “Kami ingin menanamkan bahwa politik bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sarana untuk menentukan masa depan bersama,” ucapnya menegaskan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemilih yang cerdas adalah mereka yang aktif mencari informasi terkait rekam jejak calon pemimpin. Pemilih tidak boleh menentukan pilihan hanya berdasarkan penampilan atau iming-iming materi. “Pemilih yang baik adalah yang rasional, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar,” katanya.

Dalam sesi interaktif, para siswa juga diajak melakukan refleksi untuk mengukur pemahaman mereka terkait pemilu. Selain itu, peserta diberikan penjelasan mengenai syarat menjadi pemilih, peran KPU, serta lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia. “Kami mendorong siswa untuk aktif bertanya dan memahami proses demokrasi secara menyeluruh,” ucapnya.

Ia juga mengajak para siswa untuk berani menolak segala bentuk kecurangan dalam pemilu. Generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan mengedukasi lingkungan sekitar tentang pentingnya menjaga integritas demokrasi. “Mulai dari lingkungan sekolah dan keluarga, siswa bisa menjadi pelopor dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, KPU Buleleng berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya pemilu, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi. Pemilih pemula diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sadar politik dan bertanggung jawab. Dengan demikian, masa depan demokrasi yang lebih baik dapat terwujud melalui partisipasi generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....