World Cleanup Day: Sutjidra Tekankan Disiplin Kelola Sampah dari Sumber
- 11 Sep 2026 13:57 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelar aksi Jumat Bersih secara serentak di enam lokasi dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026, Jumat, 11 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Buleleng Bersih Sampah 2026 yang bertujuan memperkuat budaya hidup bersih sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya.
Enam wilayah yang menjadi sasaran aksi bersih-bersih meliputi Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Beratan, Kelurahan Banjar Bali, Kelurahan Banyuasri, dan Kelurahan Banjar Jawa. Ratusan peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), Sekretariat Daerah, aparat desa, serta masyarakat terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan tersebut.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, dan Ketua Pengadilan Negeri Singaraja I Made Bagiarta turun langsung mengikuti aksi kebersihan di Desa Baktiseraga dan Kelurahan Banjar Tegal. Kehadiran para pimpinan daerah itu sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan nasional menjaga kebersihan lingkungan.
Di sela kegiatan, Sutjidra menegaskan bahwa Jumat Bersih bukan sekadar agenda gotong royong membersihkan lingkungan. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin disiplin mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
“Kegiatan hari ini seperti biasa kita melaksanakan Jumat Bersih. Ada enam lokasi yang kita sebar, melibatkan OPD dan Sekretariat Daerah untuk mengawasi serta berpartisipasi aktif melakukan pembersihan. Bersamaan dengan itu, kita memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam mengolah sampah berbasis sumber,” ujarnya.
Sutjidra mengakui masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan dan belum menerapkan pengelolaan sampah secara benar. Karena itu, pemerintah daerah menilai perubahan perilaku masyarakat harus dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan dan didukung dengan aksi nyata di lapangan.
Selain membersihkan sampah, petugas juga melakukan penataan lingkungan dengan merapikan bambu-bambu kering yang dinilai berpotensi membahayakan warga. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan aman.
“Masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah. Ini harus kita selesaikan bersama. Termasuk bambu-bambu kering yang ada di lingkungan masyarakat, segera kita rapikan dan angkut karena selain mengganggu kebersihan juga berpotensi menimbulkan kebakaran,” katanya.
Melalui momentum World Cleanup Day 2026, Pemkab Buleleng berharap gerakan kebersihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial yang hanya dilakukan pada waktu tertentu. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi kebiasaan masyarakat, sehingga lingkungan di Buleleng tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni.
“Kegiatan kebersihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan gotong royong, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya masyarakat. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab harus dimulai dari sumbernya, sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....