Edukasi Demokrasi Inklusif, KPU Buleleng Dorong Kesadaran Hak Pilih Disabilitas
- 07 Apr 2026 15:10 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Edukasi Demokrasi Inklusif
- KPU Buleleng
- Hak Pilih Disabilitas
- Disabilitas
RRI.CO.ID, Singaraja – KPU Kabupaten Buleleng menekankan pentingnya edukasi demokrasi yang inklusif guna memastikan penyandang disabilitas dapat menggunakan hak pilihnya secara mandiri dan bermartabat.
Komisioner KPU Buleleng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Putu Arya Suarnata, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pendekatan, termasuk sosialisasi di sekolah luar biasa (SLB) dan penyusunan modul khusus bagi pemilih disabilitas.
“Kami melihat langsung di lapangan bahwa kendala terbesar bukan pada kemampuan pemilih disabilitas, melainkan pada aksesibilitas, terutama dukungan keluarga,” ujarnya.
Ia mencontohkan kasus seorang pemilih disabilitas yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), namun tidak dapat hadir ke TPS karena tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Hal ini menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam mengawal hak pilih anggota keluarga disabilitas.
Untuk itu, KPU Buleleng tengah menyusun tiga modul edukasi, yakni modul pendidikan pemilih, modul perempuan, dan modul khusus disabilitas. Modul tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama keluarga, tentang pentingnya hak pilih bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, KPU juga mulai mengembangkan metode sosialisasi berbasis visual dan audio, seperti video edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pemilih disabilitas. Program ini akan diuji coba di sejumlah sekolah untuk memastikan efektivitasnya.
“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa hak pilih tidak bisa diwakilkan. Setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata konstitusi, termasuk penyandang disabilitas,” katanya.
KPU Buleleng juga mengajak seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk berkolaborasi dalam meningkatkan literasi demokrasi. Dengan upaya yang berkelanjutan, diharapkan partisipasi pemilih disabilitas pada pemilu mendatang dapat meningkat dan mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....