Lonjakan Truk Ketapang Diurai, Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali

  • 03 Apr 2026 20:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Gilimanuk - Lonjakan kendaraan logistik di Pelabuhan Ketapang terjadi setelah berakhirnya pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas pada 3 April 2026. Kondisi ini memicu antrean kendaraan, terutama truk, yang meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merespons situasi tersebut dengan langkah cepat di lapangan. Penanganan dilakukan melalui penguatan operasional pelabuhan dan koordinasi lintas sektor untuk menjaga arus penyeberangan tetap berjalan.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyampaikan bahwa upaya penguraian antrean terus dilakukan secara terpadu.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Saat ini, ASDP bersama seluruh stakeholder terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” ujarnya.

Dari sisi internal pelabuhan, pengaturan pola muatan diperketat untuk mempercepat proses layanan. Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang, sementara Dermaga 4 dan LCM digunakan untuk kendaraan logistik.

Skema ini dinilai efektif mengurangi percampuran jenis kendaraan di dermaga. Dengan pola tersebut, proses bongkar muat menjadi lebih terarah sehingga waktu layanan dapat ditekan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa percepatan juga dilakukan melalui penguatan ritme operasional kapal. “Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah. Fokus kami adalah mempercepat turn around time kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” jelasnya.

Penguatan pengaturan lalu lintas di luar pelabuhan juga dilakukan melalui koordinasi dengan aparat. Dukungan Mabes TNI dengan pengerahan ratusan personel membantu menjaga kelancaran distribusi kendaraan menuju pelabuhan.

“kami mengapresiasi dukungan TNI yang turut mempercepat penguraian antrean dan menjaga ketertiban arus kendaraan,” tambah Windy.

Selain itu, pengendalian kendaraan dilakukan melalui optimalisasi buffer zone. Area Pusri digunakan untuk menampung truk sumbu tiga, sementara Bulusan menampung ratusan kendaraan campuran agar tidak menumpuk di dalam pelabuhan.

Berdasarkan pemantauan, antrean kendaraan sempat mencapai sekitar 7 kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Meski demikian, arus kendaraan menuju dermaga tetap bergerak dengan waktu tempuh berkisar 20 hingga 35 menit.

Data Posko Ketapang mencatat peningkatan pergerakan penumpang dan kendaraan selama periode arus balik. Dalam 24 jam pada H+10, tercatat puluhan ribu penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

ASDP juga mengingatkan pengguna jasa untuk mematuhi aturan lalu lintas selama menuju pelabuhan. Pengendara diminta tidak melawan arus karena dapat memperparah kepadatan dan menghambat penanganan di lapangan.

Dengan penguatan operasional dan koordinasi lintas sektor, ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan stabil. Dukungan dan disiplin pengguna jasa dinilai menjadi faktor penting dalam percepatan penguraian antrean di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....