Diduga Depresi, Pria di Seririt Ditemukan Meninggal di Pekarangan

  • 26 Mar 2026 08:42 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pekarangan rumahnya di wilayah Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu 25 Maret 2026 sore dan sempat menggegerkan warga sekitar. Dugaan sementara, korban mengakhiri hidup akibat depresi yang dialami dalam kesehariannya.

Korban diketahui bernama Kadek Suparta (48), seorang petani sekaligus pekebun yang tinggal di Banjar Dinas Kuwum, Desa Ringdikit. Informasi ini disampaikan Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman. Menurutnya, korban selama ini dikenal sebagai sosok yang tertutup dan menjalani kehidupan sederhana.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga, Putu Febriani (20), yang baru saja pulang dari sungai sekitar pukul 17.30 Wita. Saat tiba di rumah, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di sebuah pohon di sebelah utara rumahnya. Sontak, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

“Korban ditemukan dalam keadaan tergantung menggunakan tali nilon dengan panjang sekitar satu setengah meter. Saksi kemudian segera memanggil keluarga dan warga untuk memastikan kondisi korban,” ujar IPTU Yohana. Ia menambahkan, saat ditemukan korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Berdasarkan keterangan saksi dan warga sekitar, sebelum kejadian korban sempat terlihat duduk sendiri dalam kondisi murung. Korban diketahui tinggal seorang diri sambil merawat ibunya yang sedang sakit. Sementara itu, anak satu-satunya sudah menikah dan tidak tinggal serumah lagi.

Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memicu tekanan psikologis pada korban. Warga sekitar juga mengungkapkan bahwa korban jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. “Korban lebih banyak menyendiri dan jarang terlihat berbaur, apalagi belakangan ini tampak sering melamun,” ucap salah satu warga.

Hasil pemeriksaan medis dari petugas Puskesmas Seririt III menunjukkan adanya bekas jeratan pada leher korban. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu jam sebelum ditemukan.

“Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal akibat gantung diri yang dipicu kondisi depresi,” kata IPTU Yohana. Ia juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, petugas juga memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan penyebab kematian. Proses penanganan berjalan lancar dengan dukungan masyarakat setempat.

Polisi juga telah menawarkan tindakan autopsi kepada pihak keluarga guna memastikan penyebab kematian secara lebih rinci. Namun, keluarga korban menolak dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. “Keluarga korban telah menyatakan ikhlas dan menolak autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan,” ucapnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....