ASDP Siaga Hadapi Lonjakan Arus Balik Ketapang–Gilimanuk
- 24 Mar 2026 20:17 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Gilimanuk - Arus balik Lebaran di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai menunjukkan peningkatan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran, keamanan, dan keteraturan layanan di jalur penyeberangan tersebut. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang dan kendaraan.
Di tengah meningkatnya trafik, ASDP menegaskan bahwa seluruh skenario operasional telah disiapkan secara matang. Perusahaan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan layanan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan arus penyeberangan tetap terkendali, baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi kepadatan.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengingatkan pengguna jasa untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari puncak arus balik. Ia menyebutkan sejumlah tanggal yang diprediksi mengalami lonjakan signifikan.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk menghindari perjalanan pada puncak arus balik Lebaran yang diprediksi akan terjadi pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh langkah mitigasi telah disiapkan secara terukur dan siap diterapkan sewaktu-waktu. “Kami memastikan bahwa seluruh langkah operasional dilakukan secara terukur, adaptif, dan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama. Dalam kondisi normal, arus penyeberangan diharapkan berjalan lancar, namun apabila terjadi lonjakan kendaraan maupun cuaca ekstrem, maka langkah mitigasi akan segera kami implementasikan secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Yossi lagi.
Dalam kondisi padat, ASDP bersama KSOP, BPTD, dan Kepolisian akan menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Skema ini diterapkan saat kapasitas parkir di Pelabuhan Ketapang mencapai batas tertentu, yakni 972 unit kendaraan. Melalui pola ini, kapal dapat langsung kembali beroperasi tanpa menunggu muatan penuh untuk mempercepat penguraian antrean.
| Baca juga: Antrean ke Pelabuhan Gilimanuk Mengular |
Selain itu, kendaraan akan diarahkan ke sejumlah buffer zone seperti Grand Watudodol dan Bulusan. Kedua lokasi ini memiliki kapasitas sekitar 900 kendaraan untuk mobil pribadi dan bus. Sementara kendaraan logistik dialihkan ke Terminal Sritanjung, PT Pusri, dan Pelindo Tanjung Wangi dengan kapasitas sekitar 600 unit.
ASDP juga mengoptimalkan armada berkapasitas besar, termasuk KMP Portlink VII dan KMP Liputan XII. Secara keseluruhan, terdapat 55 kapal yang siap beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan produksi harian sekitar 28 hingga 32 kapal. Pengoperasian kapal disesuaikan dengan kondisi arus, mulai dari normal hingga sangat padat.
Dukungan dari aparat Kepolisian turut memperkuat pengaturan arus penyeberangan. Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto menegaskan pentingnya keselamatan dalam pengelolaan arus balik. “Bahwa keselamatan yang diutamakan,” ujarnya. Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut kebijakan work from anywhere dapat membantu mengurangi kepadatan pada periode tertentu.
Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada H+1 atau 23 Maret 2026, tercatat 177 trip kapal dengan total penumpang mencapai 38.212 orang. Jumlah ini meningkat 0,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 37.943 orang. Kendaraan roda dua mengalami kenaikan signifikan hingga 34,2 persen, sementara roda empat justru mengalami penurunan.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+1, jumlah penumpang tercatat 285.104 orang atau sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, total kendaraan yang menyeberang mencapai 63.085 unit atau meningkat 1,2 persen. Data ini menunjukkan dinamika arus penyeberangan yang tetap tinggi selama periode arus balik.
General Manager Cabang Ketapang, Arief Eko, memastikan kesiapan operasional berjalan maksimal di lapangan. “Kami memastikan kesiapan operasional berjalan maksimal, mulai dari pengaturan arus kendaraan di buffer zone hingga percepatan layanan bongkar muat kapal, sehingga pengguna jasa tetap terlayani dengan baik meskipun terjadi peningkatan trafik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan seluruh pihak terus diperkuat untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan. “Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder serta memastikan kesiapan buffer zone dan skema darurat berjalan optimal. Harapannya, baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi dinamika di lapangan, arus penyeberangan tetap terjaga lancar, aman, dan terkendali,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....