Undiksha Perkuat Sekolah Lab Hadapi Bencana Lewat Program Siaga
- 07 Jun 2026 09:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan Sekolah Laboratorium (Lab) melalui program pemberdayaan menuju Sekolah Siaga dan Tanggap Bencana. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni 2026.
Program tersebut diprakarsai Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Undiksha, Dr. I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or., AIFO, yang juga merupakan peserta Uji Narakarya Dasar Kepramukaan setelah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) pada akhir 2025. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan berbagai unsur mahasiswa dan tenaga pendidik.
Pada hari pertama, Selasa (2/6/2026), kegiatan digelar secara daring dengan melibatkan anggota UKM Pramuka Racana Jelantik-Jempiring (RJJ), UKM KSR/PMI Undiksha, serta tim evakuasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Undiksha.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Kapusdiklat Kwarcab Buleleng, Ketut Sumenari, S.Pd., M.Si.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. I Wayan Muliarta memberikan materi mengenai Penanggulangan Risiko Bencana (PRB) dan penyusunan prosedur tetap (protap) Sekolah Lab Undiksha. Memasuki hari kedua, peserta mengikuti penyusunan skenario, latihan, gladi, hingga simulasi penanganan gempa bumi yang dipusatkan di area panggung terbuka Sekolah Lab Undiksha.
Materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) disampaikan oleh Ns. I Kadek Artawan, S.Kep., M.Kep. Puncak kegiatan pada Kamis (4/6/2026) diisi simulasi gempa bumi dan evakuasi korban yang dilakukan sebagai latihan kesiapsiagaan bagi seluruh warga sekolah.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan sejak dini di lingkungan pendidikan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd., mewakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sekolah menjadi pusat edukasi kebencanaan yang mampu melahirkan generasi muda yang tangguh dan responsif terhadap situasi darurat.
“Kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan pendidikan. Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya aman dan tangguh bencana,” ujarnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pihak sekolah. Kepala SMP Lab Undiksha, I Putu Wardana, S.Pd., S.H., M.Pd., menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh warga sekolah selama pelatihan berlangsung dengan melibatkan guru olahraga, pembina Pramuka, dan pembina PMI sekolah sebagai pendamping.
Selain menerima materi, para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai risiko bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar beserta strategi penanganannya. Pendekatan interaktif tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman dan keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan darurat.
Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan program ini karena sejalan dengan pengembangan Sekolah Siaga Bencana. Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap, karakter, dan kemampuan praktis dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Sekolah Siaga dan Tanggap Bencana bukan hanya sebuah program, melainkan investasi pendidikan untuk melindungi generasi masa depan bangsa,” ucapnya.
Melalui program pemberdayaan ini, Sekolah Lab Undiksha diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana. Penguatan kapasitas warga sekolah tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi lingkungan pendidikan lainnya dalam membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....