ASDP dan Pemprov Jatim Percepat Pengembangan Pelabuhan Ketapang
- 03 Jul 2026 20:42 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi untuk mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang sebagai simpul transportasi strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mendukung konektivitas nasional.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi jajaran Direksi ASDP dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis, 2 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas percepatan pengembangan pelabuhan melalui penyusunan masterplan, peningkatan infrastruktur, hingga penguatan tata kelola kawasan secara terpadu.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas pelabuhan. Menurutnya, seluruh ekosistem transportasi, mulai dari kapasitas dermaga, pola operasional kapal, area penyangga kendaraan, hingga rekayasa lalu lintas di luar kawasan pelabuhan perlu dirancang secara terintegrasi.
Ia menjelaskan, peningkatan mobilitas kendaraan saat periode Angkutan Lebaran maupun libur sekolah menjadi evaluasi penting bagi ASDP. Karena itu, penguatan infrastruktur dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar layanan penyeberangan mampu mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan dan logistik pada tahun-tahun mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan terhadap penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang. Bahkan, pemerintah provinsi mendorong agar pengembangan kawasan tersebut dapat masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Khofifah menilai peningkatan kapasitas pelabuhan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengembangan kawasan penyangga di kedua sisi lintasan penyeberangan, peningkatan standar armada kapal, pembangunan akses menuju kawasan Bulusan, serta penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan.
Sementara itu, ASDP telah menyiapkan rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap hingga 2029. Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, hingga pembangunan dermaga baru untuk mendukung kelancaran operasional.
Selain itu, peningkatan kapasitas sejumlah dermaga juga mulai dilakukan pada tahun ini sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Langkah tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan trafik saat ini sekaligus mengantisipasi peningkatan arus kendaraan di masa mendatang.
Heru menegaskan keberhasilan transformasi Pelabuhan Ketapang memerlukan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi dalam penataan kawasan, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga pengaturan lalu lintas menjadi faktor penting untuk mewujudkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan.
"Pelabuhan Ketapang memiliki peran strategis sebagai gerbang penghubung Jawa dan Bali sekaligus penopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan melalui sinergi yang kuat agar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi kawasan," ujar Heru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....