Strategi Guru Hadapi ABK di Kelas Inklusif, Kunci pada Pendekatan Individual
- 24 Mar 2026 18:34 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Strategi Guru
- Hadapi ABK
- Kelas Inklusif
- Pendekatan Individual
RRI.CO.ID, Singaraja — Penerapan pendidikan inklusif di Kabupaten Buleleng menuntut guru untuk mampu beradaptasi dengan kebutuhan siswa yang beragam, khususnya anak berkebutuhan khusus (ABK).
Hal ini disampaikan oleh Luh Winda Krisdayani. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran ABK sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengenali karakter dan kebutuhan masing-masing siswa.
Menurutnya, langkah awal yang penting adalah mengidentifikasi jenis kebutuhan khusus anak, seperti autisme, ADHD, atau disabilitas intelektual. Proses ini dapat dilakukan melalui asesmen bersama Unit Layanan Disabilitas (ULD).
“Setelah mengetahui jenis kebutuhannya, guru bisa menerapkan pendekatan individu, seperti penggunaan bahasa sederhana, pemberian waktu lebih lama, serta metode pembelajaran diferensiasi,” ujarnya.
Selain itu, guru juga didorong untuk menciptakan suasana kelas yang aman dan menyenangkan. Penguatan positif seperti pujian, pemberian poin, atau reward sederhana dinilai efektif meningkatkan motivasi belajar ABK.
Dalam praktiknya, pembelajaran berbasis visual seperti penggunaan media presentasi juga membantu siswa yang memiliki keterbatasan membaca, namun memiliki daya ingat yang kuat melalui pendengaran.
Dengan strategi yang tepat, siswa ABK tetap dapat mengikuti pembelajaran di kelas reguler dan menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....