Tabrakan Dua Motor di Pemuteran, Lansia Meninggal di Lokasi
- 23 Mar 2026 20:11 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur Singaraja–Gilimanuk dan menimbulkan korban jiwa. Seorang lansia meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan sepeda motor lain di wilayah Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu 21 Maret 2026 pagi. Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di jalur utama tersebut.
Insiden terjadi sekitar pukul 09.45 Wita di Jalan Raya Singaraja–Gilimanuk KM 55.100 meter, tepatnya di Banjar Dinas Pala Sari. Dua kendaraan roda dua yang terlibat yakni sepeda motor Kawasaki trail DK-5129-UBO dan Honda Vario DK-6712-VH. Kedua kendaraan datang dari arah berbeda sebelum akhirnya bertemu di satu titik.
Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz., saat dikonfirmasi menjelaskan kronologi awal kejadian. Ia menyebut kecelakaan bermula ketika salah satu pengendara melakukan manuver menyeberang jalan di jalur tersebut.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, sepeda motor Kawasaki datang dari arah barat ke timur, sementara sepeda motor Honda Vario menyeberang dari arah utara ke selatan. Terjadi benturan antara bagian depan Kawasaki dengan sisi kanan Honda Vario,” paparnya, Minggu 22 Maret 2026.
Akibat benturan tersebut, pengendara Honda Vario, Wayan Kardim (84), mengalami luka serius. Korban menderita patah tulang leher dan rusuk serta sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Gerokgak II sebelum dirujuk ke RSUD Pratama Seririt. Namun korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.30 Wita.
Sementara itu, pengendara Kawasaki, Kadek Hendrayasa (22), mengalami luka lecet di wajah dan luka robek di dagu. Ia juga mengeluhkan nyeri pada pergelangan tangan kanan setelah kejadian. Korban sempat dirawat di Puskesmas Gerokgak II sebelum dirujuk ke RS Santigraha Seririt untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga terjadi akibat kurangnya kewaspadaan saat melintas dan melakukan manuver di jalan raya. Polisi mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama di jalur utama dengan arus kendaraan cukup padat.
“Perhatian ekstra diperlukan saat hendak menyeberang atau berpindah jalur guna menghindari kecelakaan serupa,” tutup IPTU Yohana.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas di jalan raya. Pengendara diharapkan selalu memperhatikan kondisi sekitar dan mengutamakan keselamatan untuk menekan angka kecelakaan di wilayah Buleleng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....