Tabrakan Dua Motor di Pemuteran, Lansia Meninggal Dunia
- 22 Mar 2026 22:00 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di jalur Singaraja–Gilimanuk. Seorang lansia meninggal dunia usai terlibat tabrakan dengan sepeda motor lain di wilayah Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Sabtu 21 Maret 2026.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.45 Wita di Jalan Raya Singaraja–Gilimanuk KM 55.100 meter, tepatnya di Banjar Dinas Pala Sari. Insiden melibatkan dua kendaraan roda dua, yakni sepeda motor Kawasaki trail DK-5129-UBO dan Honda Vario DK-6712-VH.
Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz, atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, S.I.K., M.Si., M.T., M.Sc., saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat kedua kendaraan datang dari arah berbeda dan bertemu di satu titik saat salah satu pengendara hendak menyeberang jalan.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, sepeda motor Kawasaki datang dari arah barat ke timur, sementara sepeda motor Honda Vario menyeberang dari arah utara ke selatan. Terjadi benturan antara bagian depan Kawasaki dengan sisi kanan Honda Vario,” paparnya, Minggu 22 Maret 2026.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Honda Vario, Wayan Kardim (84), mengalami luka serius berupa patah tulang leher dan rusuk. Ia sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Gerokgak II sebelum dirujuk ke RSUD Pratama Seririt. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.30 Wita.
Sementara itu, pengendara Kawasaki, Kadek Hendrayasa (22), mengalami luka lecet di wajah, luka robek di dagu, serta nyeri pada pergelangan tangan kanan. Korban sempat dirawat di Puskesmas Gerokgak II dan kemudian dirujuk ke RS Santigraha Seririt untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil sementara, kecelakaan diduga terjadi karena kurangnya kewaspadaan saat melintas dan melakukan manuver di jalan raya. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur utama dengan intensitas kendaraan tinggi. "Perhatian ekstra diperlukan saat hendak menyeberang atau berpindah jalur guna menghindari kecelakaan serupa," tutup IPTU Yohana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....