Konflik Timur tengah Picu Penurunan Kunjungan Wisatawan ke Buleleng

  • 21 Mar 2026 18:08 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Konflik Timur Tengah
  • Penurunan Kunjungan
  • Wisata Buleleng

RRI.CO.ID, Singaraja – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata global, termasuk di Bali Utara, khususnya Kabupaten Buleleng.

Ketua BPC PHRI Buleleng, Dewo Ketut Suwardipa, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik memengaruhi jalur penerbangan internasional, terutama rute transit dari Eropa yang selama ini menjadi pasar utama wisatawan ke Buleleng.

“Banyak pembatalan kunjungan (cancellation) terjadi pada Maret ini. Hal ini tidak lepas dari terganggunya jalur penerbangan serta meningkatnya kekhawatiran wisatawan terhadap faktor keamanan,” ujarnya.

Selain konflik Timur Tengah, Dewo menyebut sejumlah faktor lain turut memengaruhi kunjungan wisatawan, seperti isu bencana, penyakit, hingga persoalan klasik seperti sampah, kemacetan, dan infrastruktur.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Promosi PHRI Buleleng, Dwi Darmawijaya, menambahkan bahwa penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada wisatawan Eropa yang biasanya transit di kota-kota seperti Doha, Abu Dhabi, dan Dubai.

“Akibatnya tingkat hunian hotel di Buleleng turun sekitar 10 hingga 15 persen pada Maret. Bahkan untuk pemesanan ke depan (forward booking) hingga April masih di bawah 50 persen,” ucapnya.

Tak hanya itu, lonjakan harga tiket pesawat akibat terbatasnya rute alternatif juga menjadi faktor utama penurunan minat wisatawan. Harga tiket dari Eropa ke Bali bahkan disebut mengalami kenaikan hingga 200–300 persen.

Para pelaku pariwisata berharap konflik segera mereda agar kepercayaan wisatawan pulih. Pasalnya, faktor keamanan dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama wisatawan dalam menentukan destinasi.

“Kalau situasi belum benar-benar aman, wisatawan tetap akan berpikir ulang untuk bepergian,” kata Dwi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....