Kemenag Buleleng: Perbedaan Harus Jadi Kekuatan untuk Kerukunan

  • 20 Agt 2026 09:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perbedaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Buleleng yang memiliki keberagaman agama dan keyakinan. Kondisi tersebut dinilai bukan alasan untuk saling menjauh atau meniadakan satu sama lain. Sebaliknya, perbedaan perlu dikelola menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang rukun, damai, dan saling melengkapi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan, mengatakan kerukunan umat beragama perlu terus dijaga dan dirawat oleh seluruh masyarakat. Menurutnya, kerukunan tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah atau lembaga keagamaan, tetapi membutuhkan kesadaran bersama. Setiap umat beragama memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Sumarawan menilai masyarakat Indonesia memang hidup dalam perbedaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial. Perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi pemicu konflik maupun alasan untuk saling menjatuhkan. Justru, keberagaman dapat menjadi modal untuk saling melengkapi dan memperkuat kehidupan bermasyarakat.

"Karena mau tidak mau, suka tidak suka, kita di Indonesia ini ditakdirkan untuk berbeda. Jadi berbeda itu jangan saling meniadakan di antara kita, tapi berbeda itu mari kita saling melengkapi," ujarnya pada Selasa 4 Agustus 2026.

Menurut Sumarawan, kerukunan juga tidak cukup hanya dibangun melalui aturan maupun imbauan. Kerukunan harus dirawat secara berkelanjutan melalui komunikasi, pembinaan, serta kesadaran masyarakat untuk menghargai perbedaan. Upaya tersebut menjadi penting agar potensi gangguan maupun konflik yang muncul akibat perbedaan dapat dicegah sejak dini.

Ia mengibaratkan kerukunan umat beragama seperti sebuah rumah yang indah dan bersih. Rumah tersebut akan tetap nyaman apabila pemiliknya terus menjaga dan merawatnya, sementara jika dibiarkan tanpa perhatian maka perlahan akan menjadi kotor dan tidak terawat. Analogi tersebut menggambarkan bahwa kerukunan juga membutuhkan kepedulian seluruh pihak agar tetap terjaga.

"Kalau kita memiliki sebuah rumah yang bagus, sebuah rumah yang indah, sebuah rumah yang bersih, tentu kalau kita tidak jaga dan kita tidak rawat tentu juga rumah itu akan menjadi tidak bersih, kemudian tidak bagus dan kotor. Demikian juga kerukunan kehidupan beragama, perlu kita jaga dan kita rawat," katanya.

Untuk menjaga kondisi tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Buleleng terus mendorong peran penyuluh agama dari berbagai lintas agama. Para penyuluh memberikan pembinaan dan pencerahan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup berdampingan secara harmonis.

Sumarawan menegaskan, kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang harus ditempatkan sebagai prioritas dalam kehidupan masyarakat Buleleng. Perbedaan agama, keyakinan, maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun hubungan sosial yang baik. Dengan sikap saling melengkapi, masyarakat dinilai akan lebih kuat menghadapi berbagai gangguan, tantangan, dan ancaman.

Kementerian Agama Kabupaten Buleleng berharap semangat menjaga kerukunan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya pemerintah dan tokoh agama, seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam mempertahankan suasana kehidupan yang damai. Kerukunan yang terjaga diyakini menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan masyarakat yang aman, nyaman, dan bahagia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....