Kemenag Buleleng Tegaskan Kerukunan Umat Beragama Harga Mati
- 23 Agt 2026 08:47 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kerukunan umat beragama di Kabupaten Buleleng dinilai tetap terjaga dengan baik di tengah keberagaman masyarakat. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis. Kementerian Agama Kabupaten Buleleng menilai kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran seluruh umat beragama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan, mengatakan keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Perbedaan agama, keyakinan, maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauhkan diri. Sebaliknya, keberagaman perlu dikelola sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.
Menurut Sumarawan, kerukunan harus terus dijaga dan dirawat karena kondisi yang harmonis tidak dapat bertahan tanpa kepedulian bersama. Ia mengibaratkan kerukunan seperti sebuah rumah yang indah dan bersih yang harus terus dipelihara. "Rukun ini adalah satu harga mati bagi kita yang berbeda. Apa pun perbedaan yang ada di antara kita, jangan itu dijadikan penyebab untuk kita tidak rukun, jangan kita saling menjelekkan, saling menjatuhkan, bahkan saling meniadakan. Mari dengan berbeda itu kita saling melengkapi," ujarnya pada Selasa 4 Agustus 2026.
Kementerian Agama Kabupaten Buleleng terus mengambil bagian dalam menjaga kondisi tersebut melalui pembinaan dan penyuluhan keagamaan. Penyuluh dari berbagai agama menjalankan tugas memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai pentingnya kehidupan beragama yang harmonis. Upaya ini dilakukan agar pemahaman tentang kerukunan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumarawan menilai tantangan menjaga kerukunan semakin penting seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat perlu disikapi secara bijak agar tidak memicu kesalahpahaman maupun konflik antarumat beragama. Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai agama diharapkan dapat menjadi pondasi sekaligus benteng bagi masyarakat dalam menyaring berbagai perkembangan zaman.
Ia menyebut kondisi kerukunan umat beragama di Buleleng secara umum masih kondusif. Terjaganya suasana tersebut tidak terlepas dari peran masyarakat yang memiliki kesadaran mengenai pentingnya hidup berdampingan di tengah perbedaan. Kementerian Agama juga terus mendorong agar kesadaran tersebut dipertahankan dan diperkuat melalui pembinaan lintas agama.
Menurutnya, kerukunan akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat karena mampu menciptakan suasana yang aman, damai, dan bahagia. Sebaliknya, konflik yang berawal dari perbedaan dapat menimbulkan gangguan terhadap kehidupan sosial jika tidak disikapi dengan bijaksana. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun persoalan yang berpotensi mengganggu hubungan antarumat beragama.
Sumarawan menegaskan, menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Peran pemerintah dan Kementerian Agama melalui penyuluhan harus berjalan beriringan dengan kesadaran umat beragama dalam menghormati perbedaan. Dengan semangat saling melengkapi, Buleleng diharapkan mampu mempertahankan kehidupan masyarakat yang rukun di tengah keberagaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....