Minim Kesadaran dan Infrastruktur Jadi Tantangan Penanggulangan Bencana
- 17 Mar 2026 23:48 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Infrastruktur
- Penanggulangan Bencana
- Bencana
RRI.CO.ID, Singaraja – Rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya perhatian terhadap infrastruktur lingkungan menjadi tantangan utama dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Buleleng.
Wakil Komandan Satgana PMI Buleleng, Kadek Agus Wana Arta, mengungkapkan bahwa banyak bencana, khususnya banjir, dipicu oleh perilaku masyarakat sendiri.
“Masalah paling sederhana adalah sampah. Kebiasaan membuang sampah sembarangan masih sulit diubah, padahal itu sangat berpengaruh terhadap terjadinya banjir,” ujarnya.
Selain itu, pembangunan yang tidak memperhatikan sistem drainase juga menjadi persoalan serius. Banyak perumahan yang tidak memiliki saluran air memadai sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga saat hujan.
Kondisi ini diperparah dengan luasnya wilayah Buleleng yang membuat penanganan bencana tidak bisa sepenuhnya mengandalkan bantuan dari luar.
“Yang paling cepat bertindak itu masyarakat terdekat keluarga dan tetangga. Kalau tidak siap, dampaknya bisa lebih besar,” katanya.
Dari sisi relawan, PMI terus berupaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan regenerasi. Relawan dituntut sigap, bahkan dalam kondisi hari libur, untuk merespons kejadian bencana.
Namun demikian, Agus menilai kunci utama tetap pada perubahan pola pikir masyarakat. Edukasi harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, sebelum meluas ke lingkungan sekitar.
PMI berharap dengan meningkatnya kesadaran dan perbaikan infrastruktur, risiko bencana di Buleleng dapat ditekan dan masyarakat menjadi lebih tangguh menghadapi situasi darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....