Bapenda Buleleng Intensifkan Pemetaan Pajak, Klaster Pariwisata Jadi Prioritas

  • 31 Jul 2026 10:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng memprioritaskan wilayah-wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi sebagai fokus intensifikasi pajak daerah pada semester II tahun 2026. Kawasan pariwisata dan akomodasi di Desa Gobleg, Desa Munduk, dan Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, menjadi sasaran utama pemetaan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah sekaligus memastikan seluruh potensi pajak tergali secara maksimal.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Perang Wibawa, mengatakan strategi tersebut merupakan langkah taktis untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada paruh kedua tahun ini. Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang signifikan penerimaan pajak sehingga diperlukan pendataan yang lebih intensif dan komprehensif.

"Semester kedua menjadi momentum penting bagi kami untuk mengoptimalkan penerimaan daerah. Karena itu, pemetaan kami fokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi, khususnya klaster pariwisata dan akomodasi seperti Gobleg, Munduk, dan Kayuputih agar seluruh potensi pajak dapat teridentifikasi dan tertata dengan baik," ujar Perang Wibawa.

Selain melakukan pemetaan lapangan, Bapenda juga memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak, memperbarui basis data objek pajak, serta memvalidasi usaha-usaha yang berkembang di kawasan wisata. Langkah tersebut dinilai penting untuk menutup potensi kebocoran penerimaan sekaligus mewujudkan sistem perpajakan yang lebih akurat, transparan, dan berkeadilan.

Ida Bagus Perang Wibawa menegaskan optimalisasi penerimaan daerah tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian target PAD, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan sebagai bentuk partisipasi terhadap pembangunan daerah.

"Kami tidak hanya mengejar target penerimaan, tetapi juga ingin membangun kepatuhan pajak yang berkelanjutan. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi Buleleng," katanya.

Melalui strategi pemetaan intensif di wilayah prioritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap realisasi PAD pada semester II tahun 2026 dapat meningkat secara optimal. Di sisi lain, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....