Moderasi Beragama Soroti Pentingnya Toleransi jelang Nyepi dan Idul Fitri

  • 12 Mar 2026 17:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Momentum berdekatan antara Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri menjadi sorotan hal tersebut menghadirkan sejumlah tokoh agama dan pemerintah untuk membahas pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di Kabupaten Buleleng.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng, Ali Musthofa, mengatakan bahwa umat Islam diharapkan menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter yang lebih baik, termasuk dalam menghargai perbedaan keyakinan.

“Selama bulan Ramadan umat Islam digembleng untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih toleran, dan mampu menghargai orang lain. Nilai-nilai inilah yang harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat perayaan hari raya yang waktunya berdekatan dengan Nyepi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa nilai utama yang dibangun selama Ramadan adalah kesabaran, pengendalian diri, serta sikap saling menghormati sesama manusia.

Menurutnya, jika nilai tersebut benar-benar diterapkan, maka umat Islam akan mampu menjalankan ibadah Idul Fitri dengan tetap menghargai pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang dijalankan umat Hindu.

Ia juga mengingatkan bahwa esensi Idul Fitri adalah kembali kepada kesucian diri setelah menjalani proses pembinaan spiritual selama bulan Ramadan.

Karena itu, pelaksanaan rangkaian ibadah seperti takbiran diharapkan tetap dilakukan dengan penuh kesadaran untuk menjaga kerukunan bersama, termasuk dengan mengikuti kesepakatan yang telah dibuat oleh para tokoh agama di Buleleng.

“Kita berharap umat Islam tetap menjalankan ibadah dengan baik, tetapi juga menghormati saudara-saudara kita umat Hindu yang sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian,” kata Ali Musthofa.

Sementara itu, Kepala Seksi Urusan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Gede Sumarawan, menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus mendorong penguatan moderasi beragama melalui pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

“Kementerian Agama memiliki tugas memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada seluruh umat. Karena itu kami juga mendorong terciptanya kerukunan dan toleransi antarumat beragama di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama juga telah menggelar pertemuan lintas agama pada awal Maret untuk membahas seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri agar tetap berjalan harmonis.

Selain itu, Kementerian Agama juga menyiapkan program “rumah ibadah ramah pemudik” menjelang Idul Fitri. Beberapa pura di Kabupaten Buleleng disiapkan sebagai tempat istirahat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.

“Tempat ibadah tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan untuk beristirahat secara gratis, termasuk penggunaan fasilitas yang ada,” katanya.

Fasilitas tersebut disediakan secara gratis, termasuk tempat parkir dan penggunaan kamar mandi, sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat yang melintas di wilayah Buleleng.

Hal tersebut sepakat bahwa kerukunan antarumat beragama tidak hanya perlu dijaga saat momentum hari raya, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat saling menghormati dan toleransi yang tinggi, masyarakat Buleleng diharapkan dapat menjadi contoh kehidupan harmonis antarumat beragama di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....