Empat KK Terdampak Banjir Bandang Banjar Masuk Skema Relokasi
- 12 Mar 2026 07:49 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan relokasi bagi empat kepala keluarga (KK) yang rumahnya rusak parah akibat banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Keempat keluarga tersebut menjadi prioritas penanganan karena tempat tinggal mereka berada di kawasan yang dinilai rawan bencana.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Desa Banjar, Rabu 11 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menelan korban jiwa.
“Saya tentu sangat prihatin atas musibah ini dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya tiga korban,” ujarnya.
Selain meninjau lokasi, pemerintah kata Giri Prasta juga mulai menyiapkan langkah penanganan bagi warga yang rumahnya rusak parah. Tercatat terdapat empat kepala keluarga yang terdampak langsung, termasuk satu rumah yang dilaporkan habis tersapu banjir bandang.
Menurut Giri Prasta, Pemprov Bali bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng, DPRD, serta pemerintah desa kini tengah membahas rencana relokasi warga dari lokasi semula. Kawasan tersebut rencananya akan ditata ulang sebagai daerah aliran sungai sekaligus area evakuasi saat terjadi kondisi darurat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga terdampak dan pada prinsipnya mereka bersedia direlokasi. Namun ada satu keluarga yang tidak memiliki lahan sehingga ini akan kami carikan solusi,” jelasnya.
Ia menegaskan pemerintah akan membantu mencarikan lahan bagi warga terdampak melalui mekanisme appraisal desa. Setelah lahan tersedia, pemerintah akan membangun rumah layak huni bagi empat keluarga tersebut.
Rumah yang akan dibangun dirancang dengan konsep rumah sehat yang dilengkapi dua kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, serta satu kamar mandi. Dirinya berharap relokasi ini dapat memberikan rasa aman bagi warga agar tidak lagi tinggal di kawasan rawan banjir.
“Yang penting bagaimana kita memanusiakan manusia. Mereka harus tetap memiliki tempat tinggal yang layak,” tegas Giri Prasta.
Selain menyiapkan relokasi warga, pemerintah juga akan melakukan penataan sempadan sungai untuk mencegah banjir bandang kembali terjadi. Penataan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Menurut informasi warga setempat, luapan air di kawasan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Namun banjir bandang yang terjadi kali ini disebut sebagai yang paling besar dan menimbulkan dampak paling parah.
Pihaknya berharap penanganan pascabencana dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari relokasi warga, penataan sungai, hingga penguatan sistem mitigasi bencana di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....