Anjing Diduga Rabies Mengamuk di Pasar Buleleng, 15 Warga Digigit
- 09 Mar 2026 11:06 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Peristiwa gigitan anjing kembali terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng. Seekor anjing liar yang diduga terinfeksi rabies menyerang warga di kawasan Pasar Buleleng, Bali, Minggu 8 Maret 2026 pagi. Insiden tersebut menyebabkan 15 orang mengalami gigitan dan harus mendapatkan penanganan medis.
Kejadian berlangsung di area pasar yang saat itu dipenuhi aktivitas warga. Anjing yang tidak berpemilik tersebut dilaporkan menggigit sejumlah orang secara beruntun. Setelah kejadian, para korban langsung mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng.
Dokter RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK, M.Kes, membenarkan adanya korban gigitan dalam kejadian tersebut. Ia menyebut sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinilai stabil.
"Nggih mmg benar. Sebagian korban sudah tertangani dan boleh pulang setelah penanganan. Hanya satu orang yang opname," ujar dr. Ketut Suteja Wibawa.
Ia menjelaskan penanganan korban dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Kasus gigitan dengan risiko rendah diarahkan kembali ke fasilitas kesehatan masing-masing, sementara korban dengan risiko lebih tinggi diarahkan ke Puskesmas Giri Emas. "Terkait vaksin sesuai arahan dan SPO Dinas Kesehatan. Kasus gigitan non-resti kembali ke puskesmas masing-masing, yang resti sudah diarahkan ke Giri Emas. Yang MRS akan dapat vaksin besok dibawakan oleh dinas kesehatan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan dan vaksin anti rabies. Ia mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan vaksin bagi seluruh korban gigitan untuk mencegah kemungkinan penularan.
"Tapi untuk penanganannya kita sudah lakukan. Kita pastikan semua dapat Vaksin Anti Rabies (VAR). Kemarin di rumah sakit umum tidak tersedia sehingga diarahkan ke Puskesmas Buleleng I. Tadi semua sudah datang dan semuanya sudah tervaksin," kata dr. Sucipto pada Senin, 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan kasus gigitan anjing sulit diprediksi karena berkaitan dengan perilaku hewan. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel anjing yang menggigit warga tersebut.
"Kasus gigitan anjing ini memang tidak bisa diprediksi. Kalau melihat perilaku anjing kemarin sudah termasuk anjing gila, jadi ada potensi rabies. Tapi kita masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari hewan tersebut," ujarnya.
Menurutnya, korban gigitan umumnya akan menerima vaksin dalam beberapa tahap. "Biasanya tiga kali kalau lengkap. Yang pertama dua kali suntikan, kemudian setelah tujuh hari dan setelah 14 hari diberikan vaksin," jelasnya.
Berdasarkan laporan sementara penanganan gigitan hewan penular rabies (GHPR) pada 8 Maret 2026, terdapat 15 pasien yang semuanya telah mendapatkan penanganan awal berupa pembersihan luka. Dari jumlah tersebut, satu orang harus menjalani rawat inap karena mengalami patah tulang lengan setelah terjatuh saat berlari menghindari anjing.
Korban gigitan berasal dari beberapa wilayah di sekitar lokasi kejadian. Rinciannya, tiga orang dari Kelurahan Kampung Singaraja, satu orang dari Kelurahan Liligundi, lima orang dari Kelurahan Paket Agung, dan tiga orang dari Kelurahan Kendran.
Sampel dari anjing yang menggigit telah diserahkan kepada dokter hewan dan tim terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampel tersebut rencananya dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk diuji. Pemerintah daerah menyatakan akan terus melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi di lapangan dan mencegah kejadian serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....