Diduga Rabies, Anjing Liar Gigit 15 Warga di Pasar Buleleng
- 09 Mar 2026 09:44 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Seekor anjing liar yang diduga terinfeksi rabies mengamuk di kawasan Pasar Buleleng, Kecamatan Buleleng, Minggu 8 Maret 2026 pagi. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 15 warga dilaporkan mengalami gigitan sebelum anjing tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh pecalang dan masyarakat setempat.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi pasar. Anjing liar itu dilaporkan menyerang warga secara acak, sehingga siapa pun yang berpapasan langsung berpotensi menjadi korban gigitan.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim dokter hewan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut.
Tim yang turun ke lapangan kemudian melakukan penanganan awal terhadap anjing tersebut. Setelah anjing berhasil dieliminasi oleh masyarakat, petugas langsung mengambil sampel bagian kepala untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
“Kami dari Dinas Pertanian langsung meluncur ke lokasi bersama dokter hewan. Anjing tersebut sudah dieliminasi oleh masyarakat dan kami mengambil sampel otaknya untuk dibawa ke laboratorium BBVet Denpasar,” ujar Melandrat, Senin 9 Maret 2026.
Menurutnya, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah anjing tersebut benar-benar terinfeksi rabies atau tidak. Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi dasar dalam penanganan lanjutan.
Melandrat menjelaskan, berdasarkan kronologi yang diterima pihaknya, anjing liar tersebut menunjukkan perilaku agresif dan menyerang siapa saja yang berada di sekitarnya. Hal ini menjadi salah satu indikasi kuat bahwa hewan tersebut berpotensi terinfeksi rabies.
“Dari informasi yang kami terima, siapa saja yang berpapasan dengan anjing tersebut langsung digigit. Perilakunya sangat agresif dan itu memang menjadi salah satu ciri yang mengarah pada rabies,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, memastikan seluruh korban gigitan telah mendapatkan penanganan medis. Para korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Menurutnya, seluruh korban dipastikan mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) sebagai langkah antisipasi. Pemberian vaksin dilakukan meskipun hasil pemeriksaan laboratorium terhadap anjing tersebut masih menunggu.
“Kami pastikan semua korban mendapatkan vaksin anti rabies. Walaupun hasil laboratorium belum keluar, langkah ini kami lakukan sebagai upaya antisipasi untuk melindungi masyarakat,” kata dr. Sucipto.
Ia menjelaskan, mekanisme pemberian vaksin dilakukan secara bertahap sesuai prosedur penanganan gigitan hewan penular rabies. Para korban akan menerima suntikan vaksin pada hari pertama, hari ketujuh, dan hari keempat belas.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng juga memastikan ketersediaan stok vaksin anti rabies di wilayah Buleleng masih dalam kondisi aman. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kasus serupa di waktu dan tempat yang berbeda.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan anjing liar di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan hewan dengan perilaku mencurigakan agar dapat segera ditangani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....