Penataan Titik Nol Singaraja Dimulai, Bupati Target Rampung Juli
- 05 Mar 2026 08:27 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai melakukan penataan kawasan titik nol Kota Singaraja yang berada di sekitar kantor Bupati Buleleng. Proyek ini menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah kota sekaligus mengembalikan nilai sejarah kawasan pusat pemerintahan. Pekerjaan awal telah dimulai setelah proses tender selesai dilaksanakan.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan penataan kawasan tersebut telah memiliki pemenang tender dan pengerjaan awal sudah dimulai beberapa hari lalu. Sebelum pelaksanaan proyek dimulai, juga dilakukan upacara memohon doa restu agar pekerjaan berjalan lancar. Tahapan tersebut menjadi bagian dari tradisi sebelum memulai pembangunan.
“Penataan kawasan titik nol Kota Singaraja ini sudah memiliki pemenang tender. Kami juga sudah melaksanakan upacara memohon doa restu agar pekerjaan ini berjalan lancar, dan sekitar tiga hari yang lalu pengerjaannya sudah mulai dilakukan,” ujar Sutjidra Kamis, 5 Maret 2025.
Menurutnya, pekerjaan awal dimulai dari kawasan rumah jabatan Bupati. Penataan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pusat kota. Pemerintah daerah juga berupaya memastikan proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
Secara resmi, groundbreaking proyek penataan kawasan tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan proyek ini dapat selesai dalam waktu sekitar lima bulan. Dengan demikian, kawasan titik nol Singaraja diharapkan sudah rampung pada bulan Juli mendatang.
“Kami berharap penataan kawasan ini bisa selesai sekitar lima bulan ke depan. Mudah-mudahan pada bulan Juli sudah selesai sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Penataan kawasan titik nol ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas Kota Singaraja sebagai kota bersejarah di Bali Utara. Pemerintah daerah ingin menghadirkan wajah kota yang lebih tertata, nyaman, serta tetap mempertahankan nilai historis kawasan tersebut. Dengan konsep tersebut, kawasan ini nantinya diharapkan menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....