Konflik di Timur Tengah, Diimbau Tunda Umroh
- 05 Mar 2026 06:51 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah berdampak pada aktivitas perjalanan warga Indonesia, termasuk rencana ibadah umroh. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jembrana, H. Muslihin, mengimbau masyarakat untuk menunda keberangkatan umroh hingga situasi kembali kondusif.
Menurut Muslihin, eskalasi ketegangan yang melibatkan sejumlah negara di kawasan seperti Iran, Israel, serta pengaruh dari Amerika Serikat turut memengaruhi stabilitas penerbangan dan keamanan perjalanan ke Timur Tengah.
“Kami mengikuti perkembangan informasi dari pusat. Secara nasional sudah ada imbauan agar masyarakat menunda sementara pelaksanaan umroh maupun kunjungan ke wilayah Timur Tengah sampai kondisi benar-benar aman,” ujar Muslihin, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menegaskan, imbauan tersebut bersifat preventif guna menghindari potensi risiko di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil. Sejumlah biro perjalanan umroh di Jembrana diketahui telah memiliki jadwal keberangkatan dalam waktu dekat. Namun, pihaknya menyarankan agar keberangkatan tersebut dijadwal ulang.
“Untuk umroh, sebaiknya ditunda dulu. Kita tidak ingin jamaah menghadapi kendala penerbangan atau situasi darurat di sana,” tegasnya.
Meski demikian, Muslihin memastikan rencana pemberangkatan calon jemaah haji asal Jembrana yang dijadwalkan pada Mei 2026 tetap berjalan sesuai tahapan. Hingga kini belum ada instruksi resmi dari kementerian terkait pembatalan haji.
“Pelaksanaan haji tetap sesuai jadwal. Tahapan persiapan, termasuk vaksinasi, masih berlangsung seperti biasa,” jelasnya.
Di Kabupaten Jembrana sendiri, sejauh ini belum ada jemaah umroh reguler yang berangkat di tengah situasi konflik. Hanya tercatat satu keluarga yang menjalankan umroh mandiri dan sempat berada di Arab Saudi saat konflik mulai terjadi awal Maret lalu.
Keluarga tersebut dilaporkan telah kembali ke Indonesia dengan selamat setelah sempat menghadapi keterbatasan penerbangan akibat banyaknya jadwal yang dibatalkan.
Muslihin berharap ketegangan di kawasan Timur Tengah segera mereda sehingga masyarakat dapat kembali melaksanakan ibadah dengan tenang dan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....